Breaking News:

PM Fumio Kishida Berbicara Per Telepon dengan Jokowi, Tingkatkan Kerja Sama Jepang-Indonesia

Perdana Menteri Fumio Kishida menyatakan niatnya untuk menjalin hubungan dekat dengan Presiden Jokowi.

Editor: Dewi Agustina
Richard Susilo
PM Jepang Fumio Kishida. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara per telepon dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis (18/11/2021) sore.

Pembicaraan berlangsung selama sekitar 15 menit dari pukul 18.45 waktu Jepang.

Pada awalnya, Perdana Menteri Fumio Kishida menyatakan niatnya untuk menjalin hubungan dekat dengan Presiden Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat atas diangkatnya Fumio Kishida sebagai Perdana Menteri Jepang dan niatnya untuk semakin mempererat kerja sama dengan Jepang.

Perdana Menteri Fumio Kishida menyampaikan niatnya untuk memajukan kerja sama konkret menuju terwujudnya “Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka” dan “Pandangan ASEAN untuk Indo-Pasifik”, termasuk di Laut Sulu-Sulawesi dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Perdana Menteri Fumio Kishida menyampaikan bahwa Jepang akan berkoordinasi dengan Indonesia termasuk di bidang-bidang seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, keamanan maritim dan penanganan Covid-19.

Baca juga: Harga Kondominium di Tokyo Jepang Rata-rata 67,5 Juta Yen, Naik 10% Dibandingkan 2020

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan niatnya untuk semakin memperkuat koordinasi bilateral kedua negara.

Kedua pemimpin negara juga bertukar pandangan tentang urusan regional, dan Perdana Menteri Kishida menyatakan penentangannya terhadap upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut Cina Timur dan Selatan.

Kedua pemimpin juga bertukar pandangan tentang Korea Utara, dan Perdana Menteri Kishida meminta pengertian dan kerja sama dari Presiden Jokowi tentang masalah penculikan itu.

Perdana Menteri Kishida menyampaikan niatnya untuk mendukung inisiatif ASEAN terkait Myanmar.

Indonesia akan menjadi presiden G20 pada tahun 2022 serta Ketua ASEAN pada tahun 2023, yang akan menandai peringatan 50 tahun Persahabatan dan Kerja Sama Jepang-ASEAN.

Dalam hal ini, kedua pemimpin menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja sama erat.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved