Rabu, 3 Juni 2026

POPULER Internasional: Ledakan di Kamp Pengungsi di Lebanon | Donald Trump Caci Maki Netanyahu

Rangkuman berita populer Internasional, di antaranya ledakan besar telah megguncang sebuah kamp Palestina di kota pelabuhan Tirus di Lebanon selatan.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
Kolase Tribunnews
Rangkuman berita populer Internasional, di antaranya ledakan besar telah megguncang sebuah kamp Palestina di kota pelabuhan Tirus di Lebanon selatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini.

Ledakan besar telah megguncang sebuah kamp Palestina di kota pelabuhan Tirus di Lebanon selatan, Jumat (10/12/2021), malam.

Di Taiwan, otoritas kesehatan tengah menyelidiki kasus seorang pekerja laboratorium yang positif Covid-19 diduga karena digigit tikus.

Sementara itu, Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi kepada negara yang menyalahgunakan kekuasaan yang menimbulkan penderitaan dan penindasan bagi warganya.

Sedangkan Mantan Presiden AS, Donald Trump mencaci maki sekutu dekatnya, mantan PM Israel Benjamin Netanyahu, karena memberi selamat kepada Joe Biden.

Selengkapnya, berikut rangkuman berita populer Tibunnews di kanal Internasional.

1. Ledakan Besar Guncang Kamp Palestina di Lebanon, Ini Penyebabnya

Ledakan besar telah megguncang sebuah kamp Palestina di kota pelabuhan Tirus di Lebanon selatan, Jumat (10/12/2021), malam.

Akibat ledakan tersebut, sejumlah orang tewas dan cedera.

Melansir Al Jazeera, setidaknya 12 orang telah terluka dan ada korban jiwa,

Namun korban tewas masih belum diketahui jumlahnya.

Kantor Berita Nasional (NNA) melaporkan, ledakan itu terjadi di gudang senjata Hamas yang dicurigai di kamp Burj al-Shemali.

Baca juga: Ledakan Bom di Irak Tewaskan Empat Orang, Pelaku Diduga ISIS

Baca juga: Prancis akan Bekerja Sama dengan Arab Saudi untuk Selesaikan Krisis Lebanon

Sementara itu, seorang hakim telah memerintahkan pasukan keamanan untuk melakukan penyelidikan.

Kantor Berita Shehab, yang terlihat dekat dengan Hamas, mengutip sumber Palestina mengatakan, ledakan itu disebabkan oleh pengapian tabung oksigen yang disimpan untuk digunakan dalam memerangi pandemi Covid-19.

NNA mengatakan, tentara mengepung daerah itu, mencegah orang memasuki atau meninggalkan kamp.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Pekerja Lab di Taiwan Diduga Terinfeksi Covid-19 Gara-gara Gigitan Tikus

Otoritas kesehatan Taiwan tengah menyelidiki kasus seorang pekerja laboratorium yang positif Covid-19 diduga karena digigit tikus.

Dilansir The Guardian, staf lab yang terpapar Covid-19 itu menjadi kasus infeksi lokal pertama Taiwan dalam lebih dari sebulan mencetak nol kasus. 

Pekerja lab merupakan seorang wanita berusia 20-an, yang tertular Covid-19 bulan lalu.

Kini pihak berwenang mencoba mendalami bagaimana staf lab di Academia Sinica itu dapat tertular virus.

Baca juga: Nikaragua Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan Demi China

Baca juga: Berita Foto : Intip Laboratorium China Penemu Obat Covid-19

Anak-anak di Taiwan mengenakan masker selama pandemi Covid-19.
Anak-anak di Taiwan mengenakan masker selama pandemi Covid-19. (East Asia Forum)

Pejabat kesehatan telah mengonfirmasi pekerja laboratorium itu mendapat dua kali gigitan tikus yang terinfeksi virus.

Kendati demikian, otoritas masih mendalami apakah benar tikus itu sumber infeksi atau ada penyebab Covid-19 lain di dalam lab sehingga menulari staf tersebut.

"Apakah itu dari tempat kerja atau komunitas, kami percaya kemungkinan infeksi dari tempat kerja lebih tinggi karena kami tidak memiliki infeksi yang dikonfirmasi di komunitas," kata Menteri Kesehatan, Chen Shih-chung, dikutip Tribunnews Sabtu (11/12/2021).

"Untuk di dalam tempat kerja, baik itu di kantor atau laboratorium, kami tentukan laboratorium memiliki risiko yang lebih tinggi."

"Tetapi apakah infeksi itu dari gigitan (tikus) atau lingkungan, kita perlu menyelidiki lebih lanjut," tambahnya.

Pekerja laboratorium itu tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini.

Dia juga sudah mendapat dua dosis vaksin Moderna.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. AS Beri Sanksi Besar Terhadap China, Myanmar, dan Korea Utara Terkait Hak Asasi Manusia

Amerika Serikat (AS) akan bertindak melawan negara yang menyalahgunakan kekuasaan yang menimbulkan penderitaan dan penindasan bagi warganya.

Dilansir Al Jazeera, Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi ekstensif terkait hak asasi manusia terhadap sejumlah orang dan entitas yang terkait dengan China, Myanmar, Korea Utara, dan Bangladesh.

AS juga menambahkan perusahaan kecerdasan buatan China ke daftar hitam investasi.

Kanada dan Inggris bergabung dengan Amerika Serikat dalam menjatuhkan sanksi terkait pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar.

Baca juga: Presiden Biden Ingatkan Sanksi Amerika Serikat Jika Rusia Serang Ukraina: Ini Jawaban Presiden Putin

Baca juga: Polisi Jepang Temukan 32 Zairyu Card Palsu WNI, Pelaku Warga China Ditangkap

Sementara Washington juga memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara dan menargetkan entitas militer Myanmar, saat peringatan Hari Hak Asasi Manusia (Human Rights Day).

"Tindakan kami hari ini, terutama yang bermitra dengan Inggris dan Kanada, mengirim pesan bahwa negara-negara demokrasi di seluruh dunia akan bertindak melawan mereka yang menyalahgunakan kekuasaan negara yang menimbulkan penderitaan dan penindasan," kata Wakil Menteri Keuangan, Wally Adeyemo.

“Pada Hari Hak Asasi Manusia Internasional, Departemen Keuangan menggunakan wewenangnya untuk mengekspos dan meminta pertanggungjawaban pelaku pelanggaran hak asasi manusia yang serius," sambungnya.

Itu merupakan langkah terbaru dari serangkaian sanksi yang bertepatan dengan KTT virtual dua hari Joe Biden untuk Demokrasi, di mana ia mengumumkan inisiatif untuk meningkatkan demokrasi di seluruh dunia dan mendukung undang-undang pro-demokrasi di Amerika Serikat.

Biden mengatakan pada hari Jumat (10/12/2021), komitmen yang dibuat oleh beberapa dari lebih dari 100 pemimpin dunia di KTT akan mendorong balik melawan meningkatnya otokrasi, memerangi korupsi, dan mempromosikan hak asasi manusia.

“Ini akan membantu benih lahan subur bagi demokrasi untuk berkembang di seluruh dunia,” katanya dalam pidato penutupan KTT.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4.  Donald Trump Caci Maki Netanyahu, Merasa Dikhianati Gara-gara Selamati Joe Biden

Mantan Presiden AS, Donald Trump mencaci maki sekutu dekatnya, mantan PM Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Jumat (10/12/2021).

Dilansir CNN, dalam wawancara yang dilakukan pada April dan dirilis Axios pada Jumat ini, Trump mengaku dikhianati Netanyahu. 

Ini lantaran Netanyahu mengucapkan selamat kepada Joe Biden yang terpilih menjadi Presiden AS.

"Ini masih pagi. Oke? Mari kita begini -- dia (Netanyahu) menyapanya sangat awal."

"Lebih awal dari kebanyakan pemimpin dunia. Saya tidak berbicara dengannya sejak itu. Persetan dengannya (F**k him)," kata Trump kepada jurnalis Israel Barak Ravid.

Baca juga: Mantan Ajudan Donald Trump Ditegur saat Memutar Lagu Taylor Swift di Gedung Putih: Mau Dipecat?

Baca juga: AS dan Israel Akan Bahas Latihan Militer Sebagai Skenario Terburuk Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran

Ekspresi Donald Trump ketika mengunjungi markas kampanyenya di Arlington, Virginia, 3 November 2020. Amerika yang terpecah akan pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Selasa di tengah pandemi terburuk dalam satu abad dan krisis ekonomi untuk memutuskan apakah akan memberi Presiden Donald Trump empat tahun lagi atau kirim Demokrat Joe Biden ke Gedung Putih. Jumlah pemungutan suara awal yang memecahkan rekor - lebih dari 100 juta - telah diberikan dalam pemilihan yang membuat negara itu gelisah dan sedang diawasi dengan ketat di ibu kota di seluruh dunia. Biden sementara mengungguli Trump dalam perhitungan sementara.
Ekspresi Donald Trump ketika mengunjungi markas kampanyenya di Arlington, Virginia, 3 November 2020.  (SAUL LOEB / AFP)

Trump menjelaskan alasannya sangat sakit hati dengan mantan pemimpin Israel itu sampai putus hubungan.

"Tidak ada orang yang melakukan lebih banyak untuk Netanyahu daripada saya. Tidak ada orang yang melakukan untuk Israel lebih dari saya."

"Dan orang pertama yang berlari untuk menyambut Joe Biden adalah Netanyahu."

"Dan dia tidak hanya memberi selamat padanya – dia melakukannya itu dalam sebuah video," ujar Trump.

Presiden AS ke-45 ini membandingkan ucapan selamat Netanyahu dengan pemimpin dunia lain.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved