Cerita Vladimir Putin Soal Sopir Taksi dan Kekecewaannya atas Runtuhnya Uni Soviet
Presiden Rusia Vladimir Putin pernah menjadi sopir taksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setelah Uni Soviet jatuh.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Malvyandie Haryadi
Dia menjual hasil panen ke luar negeri dan membiarkan rakyatnya sendiri kelaparan.
Selama tahun 1930-an, ia menyebabkan sebanyak 10 juta orang di Uni Soviet mati.
- Perang Dunia II
Pada tahun 1939, tepat sebelum Perang Dunia II dimulai, Jerman dan Uni Soviet diam-diam setuju untuk tidak saling menyerang.
Jerman kemudian menginvasi Polandia, yang memulai perang.
Jerman dan Uni Soviet membagi dua Polandia.
Uni Soviet juga mengambil Latvia, Lituania, dan Estonia saat ini dan menjadikannya republik Soviet.
Namun, pada Juni 1941, Jerman melanggar perjanjian dan menyerbu Uni Soviet.
Uni Soviet kemudian bergabung dengan Amerika Serikat dan Inggris Raya untuk melawan Jerman.
Uni Soviet sangat menderita selama perang.
Pada saat Jerman menyerah pada tahun 1945, lebih dari 20 juta orang Soviet telah tewas.
- Perang Dingin
Terlepas dari semua kerusakan yang dideritanya, Uni Soviet masih menjadi kekuatan terbesar di Eropa setelah Perang Dunia II.
Saat melawan Jerman, pasukan Soviet pindah ke banyak negara di Eropa timur.
Antara 1945 dan 1948 Soviet mendirikan pemerintahan Komunis di negara-negara ini.