Virus Corona

Covid 'Mengamuk,' CDC Imbau Masyarakat Tak Bepergian Pakai Kapal Pesiar

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengimbau agar orang-orang menghindari bepergian dengan kapal pesiar, meski sudah divaksin.

GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP
Dalam file foto yang diambil pada 10 Juni 2021 Royal Caribbean's Odyssey of The Seas tiba di Port Everglades di Fort Lauderdale, Florida. Pihak berwenang AS pada hari Minggu (26/12/2021) sedang memantau puluhan kapal pesiar yang terkena kasus Covid-19, dengan beberapa dilaporkan ditolak berlabuh di Karibia. 

TRIBUNNEWS.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengimbau agar orang-orang menghindari bepergian pakai kapal pesiar, meski sudah divaksin.

Seruan ini disampaikan CDC ketika Amerika Serikat melihat kasus Covid-19 mencapai rekor tertinggi.

"Virus Covdc-19 mudah menyebar di antara orang-orang dalam jarak dekat di atas kapal."

"Kemungkinan tertular Covid di kapal pesiar sangat tinggi, meskipun Anda telah divaksin lengkap dan menerima dosis vaksin booster," ungkap CDC.

Baca juga: Studi CDC Menunjukkan Masa Inkubasi Varian Omicron Hanya 3 Hari

Baca juga: CDC AS: Angka Kasus Infeksi Omicron di AS Terlalu Berlebihan

Dalam file foto yang diambil pada 10 Juni 2021 Royal Caribbean's Odyssey of The Seas tiba di Port Everglades di Fort Lauderdale, Florida. Pihak berwenang AS pada hari Minggu (26/12/2021) sedang memantau puluhan kapal pesiar yang terkena kasus Covid-19, dengan beberapa dilaporkan ditolak berlabuh di Karibia.
Dalam file foto yang diambil pada 10 Juni 2021 Royal Caribbean's Odyssey of The Seas tiba di Port Everglades di Fort Lauderdale, Florida. Pihak berwenang AS pada hari Minggu (26/12/2021) sedang memantau puluhan kapal pesiar yang terkena kasus Covid-19, dengan beberapa dilaporkan ditolak berlabuh di Karibia. (GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Melansir Al Jazeera, aturan baru ini memberikan pukulan lain bagi industri pelayaran.

Industri ini mulai kembali ke laut pada Juni 2021 kemarin, itu pun setelah pengangguhan pelayaran selama berbulan-bulan karena pandemi.

Sementara itu, Asosiasi Internasional Jalur Pesiar menyebut keputusan CDC sangat membingungkan.

Mereka mengatakan, infeksi di kapal pesiar "minoritas yang sangat tipis" dari total populasi di atas kapal.

Baca juga: Kapal Pesiar Carnival Freedom Konfirmasi Kasus Covid, Ditolak Masuk 2 Pelabuhan 

Baca juga: Covid 19 Picu Kelaparan di Amerika Latin dan Karibia ke Level Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir

Kapal Pesiar Ditolak Berlabuh di Karibia

Pihak berwenang Amerika Serikat pada Minggu (26/12/2021) memantau puluhan kapal pesiar yang terkena kasus Covid-19, dengan beberapa dilaporkan ditolak berlabuh di Karibia.

CDC menyebut, lebih dari 60 kapal berada di bawah pengawasannya setelah kasus Covid-19 yang dilaporkan telah memenuhi ambang batas untuk penyelidikan CDC.

Dilansir dari Channel News Asia, media pemberitaan The Washington Post melaporkan, beberapa kapal pesiar dilarang berlabuh di tempat tujuannya.

Baca juga: 2 Penumpang Kapal Pesiar Celebrity Millennium Positif Covid-19

Baca juga: Jumlah Penumpang Kapal Pesiar ke Jepang Turun 94 Persen Sejak Pandemi Covid-19

Kapal pesiar Oasis of the Seas menjadi salah satu kapal termegah dan terbesar di dunia
Kapal pesiar Oasis of the Seas menjadi salah satu kapal termegah dan terbesar di dunia (Wikipedia.org)

Brenda Hammer (65), yang akan naik ke Odyssey of the Seas, sebuah kapal pesiar Royal Caribbean, mengatakan kepada AFP: "Saya sedikit gugup tentang hal itu. Saya tidak yakin saya masih ingin datang."

Perusahaan kapal pesiar ini menyebutkan, 55 orang di kapal itu dinyatakan positif Covid-19 yang menyebar di antara penumpang dan awak kapal awal pekan ini.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved