Senin, 1 Juni 2026

Aafia Siddiqui, Tahanan yang Diminta Bebas oleh Penyerang Sinagoge Texas, Dijuluki Lady Al Qaeda

Nama Aafia Siddiqui disebut-sebut oleh seorang penyerang sinagoge di Texas yang menyandera 4 orang.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Daryono
Arif ALI / AFP
Foto ini diambil pada 15 November 2014, memperlihatkan pengunjuk rasa Pakistan membawa potret Aafia Siddiqui, seorang ilmuwan Pakistan yang saat ini menjalani hukuman penjara di AS. Demonstran menuntut pembebasannya di Lahore. "Lady Al-Qaeda", seorang tahanan Pakistan di Amerika Serikat yang pembebasannya dituntut oleh seorang penyandera Texas akhir pekan ini – menjalani hukuman 86 tahun karena percobaan pembunuhan terhadap tentara Amerika. 

Ia juga dikaitkan dengan pembelian kacamata night-vision senilai $10.000 dan buku-buku tentang perang.

AS menduga Siddiqui bergabung dengan Al-Qaeda dari Amerika lalu kembali ke Pakistan di mana dia menikah dengan Khalid Sheikh Mohammed, seorang arsitek serangan 9/11.

Siddiqui juga dijuliki Lady Al Qaeda.

Di usia 21 tahun, Siddiqui membual kepada teman-teman mahasiswanya bahwa ia akan bangga berada di daftar Orang Paling Dicari FBI, Daily Mail melaporkan.

Sekitar tahun 2003, Siddiqui menghilang bersama ketiga anaknya.

Lima tahun kemudian, Siddiqui muncul di negara tetangga Pakistan yang dilanda perang, Afghanistan, di mana dia ditangkap oleh pasukan lokal di provinsi tenggara Ghazni yang bergolak.

Seruan Kebencian Terhadap Amerika

Saat diinterogasi oleh pasukan AS, Siddiqui mengambil senapan dan melepaskan tembakan.

Ia berteriak dan melontarkan ancaman. 

Para tentara AS selamat tanpa cedera, tetapi dirinya sendiri terluka.

Pemenjaraannya memicu kemarahan di Pakistan.

Para pendukungnya mengklaim bahwa Siddiqui adalah korban rencana rahasia Pakistan-AS.

Sebelumnya, pembebasannya menjadi tuntutan utama para militan, termasuk saat dua krisis penyanderaan di Pakistan serta penangkapan James Foley, seorang jurnalis Amerika yang dipenggal oleh ISIS pada tahun 2014.

Michael Kugelman, seorang analis Asia Selatan, mentweet:

"Siddiqui tidak terkenal di AS, tetapi di Pakistan dia adalah nama besar -- banyak yang memandangnya sebagai korban yang tidak bersalah."

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved