Sabtu, 25 April 2026

Gunung di Bawah Laut Pasifik Meletus

Pasca-Erupsi Gunung Bawah Laut, Tonga Kini Serukan Bantuan Darurat

Ancaman tsunami di sekitar Pasifik akibat letusan gunung berapi bawah laut mulai mereda pada Minggu (16/1/2022).

Editor: Daryono
AFP
Citra satelit yang disediakan oleh gambar Planet SkySat menunjukkan kepulan asap membubung dari gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai beberapa hari sebelum letusannya pada 15 Januari 2022. Planet Labs PBC/EYEPRESS 

Pada letusan tahun 2015, Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai memuntahkan begitu banyak batu besar dan abu ke udara.

Erupsi 2015 menyebabkan terbentuk pulau baru berukuran panjang 2 kilometer (1,2 mil) dan lebar 1 kilometer dan tinggi 100 meter (328 kaki).

Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai juga meletus pada 20 Desember tahun lalu, kemudian pada 13 Januari, gunung berapi itu meletus lagi, menciptakan awan abu yang terlihat dari pulau Tonga, Tongatapu.

Baca juga: Lima WNI Masih Belum Ditemukan Pasca Tsunami di Kerajaan Tonga

Pada tanggal 15 Januari, letusan besar lainnya terjadi, memicu tsunami di sekitar Pasifik.

Ahli vulkanologi dan jurnalis sains Robin George Andrews mengatakan kepada Al Jazeera bahwa gunung berapi bawah laut seperti Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai meletus dengan cara yang eksplosif sekitar sekali setiap 1.000 tahun.

"Ledakan dahsyat ini, yang menurut para ilmuwan adalah peristiwa satu dalam 1.000 tahun untuk gunung berapi semacam ini," katanya.

"Dibutuhkan sekitar 1.000 tahun untuk mengisi ulang sepenuhnya dan kami kebetulan berada di sekitar titik di mana sejumlah besar magma dilepaskan dengan cara yang sangat eksplosif," kata Andrews.

Baca juga: Selandia Baru dan Australia Kirim Pesawat ke Tonga untuk Menilai Kerusakan

Citra satelit yang disediakan oleh gambar Planet SkySat menunjukkan kepulan asap membubung dari gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai beberapa hari sebelum letusannya pada 15 Januari 2022. Planet Labs PBC/EYEPRESS
Citra satelit yang disediakan oleh gambar Planet SkySat menunjukkan kepulan asap membubung dari gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai beberapa hari sebelum letusannya pada 15 Januari 2022. Planet Labs PBC/EYEPRESS (AFP)

Apa yang menyebabkan terjadinya gelombang tsunami?

Letusan gunung berapi bawah laut dapat menyebabkan tsunami, serangkaian gelombang laut yang disebabkan oleh perpindahan air.

Namun, proses terjadinya setelah ledakan vulkanik bawah laut masih diperdebatkan di kalangan ilmuwan.

Andrews mengatakan tidak jelas apa yang menyebabkan gelombang tsunami setelah letusan 15 Januari.

“Tidak jelas apa yang menyebabkan tsunami yang terjadi segera setelah ledakan raksasa ini," katanya.

"Jadi apakah itu bagian dari gunung berapi yang runtuh ke dalam air, atau ledakan di bawah air, atau kombinasi keduanya masih harus dilihat,” imbuhnya melalui Skype dari London, Inggris.

Baca juga: Abu Vulkanik Tak Lagi Menyelimuti Tonga, Lima WNI Masih Hilang Kabar

Letusan 15 Januari

Gambar satelit menunjukkan segumpal abu, uap, dan gas naik seperti jamur di atas perairan biru Pasifik pada Sabtu malam, dengan ledakan sonik terdengar hingga Alaska, Amerika Serikat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved