Breaking News:

Ivanka Trump Dua Kali Minta Ayahnya Menyerukan Penghentian Kekerasan di Gedung Capitol

Komite DPR AS meminta Ivanka Trump bersaksi sukarela atas peran ayahnya dalam kerusuhan di Gedung Capitol terkait pemilihan presiden AS 2020

Editor: hasanah samhudi
AFP
Dokumentasi foto, Presiden AS Donald Trump dan putrinya Penasihat Senior Ivanka Trump berjalan ke pesawat Air Force One sebelum berangkat dari Pangkalan Cadangan Udara Dobbins di Marietta, Georgia pada 4 Januari 2021. Anggota parlemen AS yang menyelidiki serangan Januari 2021 di Gedung Capitol pada 20 Januari 2022 meminta putri mantan presiden Donald Trump untuk bekerja sama secara sukarela dengan penyelidikannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komite DPR AS yang menyelidiki serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS mengatakan panel akan meminta Ivanka Trump untuk bersaksi secara sukarela.

"Panitia akan mengundang beberapa orang untuk datang berbicara dengan kami," ujar Bennie Thompson kepada wartawan di Capitol, seperti dilaporkan Axios.

“Bukan anggota parlemen saat ini, Ivanka Trump,” katanya.

Komite 6 Januari mengatakan memiliki bukti bahwa Ivanka berhubungan langsung dengan mantan Presiden Trump pada 6 Januari. Ivanka saat itu menjabat sebagai penasihat Gedung Putih.

“Dia mungkin mengetahui langsung tentang upaya mantan Presiden (Trump) untuk membujuk Wakil Presiden Mike Pence agar bertindak untuk menghentikan penghitungan suara pemilihan,” katanya.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Tolak Permohonan Trump Agar Catatan Kerusuhan di Gedung Capitol Diblokir

Baca juga: Dicecar Tentang Klaim Palsu Tentang Pemilihan Presiden AS 2020, Trump Mendadak Hentikan Wawancara

Dilansir dari UPI, anggota DPR Liz Cheney awal bulan ini mengatakan panel telah menerima kesaksian langsung bahwa anggota keluarga Trump telah memintanya untuk menyerukan diakhirinya kekerasan.

"Kami memiliki kesaksian langsung bahwa putrinya, Ivanka, setidaknya dua kali memintanya menghentikan kekerasan," kata Cheney.

Thompson mengatakan dalam sebuah surat kepada putri tertua mantan Presiden Donald Trump bahwa Trump tidak menghormati keputusan pengadilan atau hasil pemungutan electoral college.

Surat itu menyebutkan bahwa Trump malah berencana meminta Pence menolak penghitungan suara sejumlah negara bagian tertentu untuk mengubah hasil pemilihan presiden AS 2020.

Surat itu menyebutkan bahwa panel berusaha meminta Ivanka Trump secara sukarela bekerja sama dalam penyelidikan terkait empath hal.

Baca juga: Kronologi Serangan Capitol 6 Januari 2021: Pendukung Donald Trump Ganggu Pengesahan Hasil Pilpers

Baca juga: Setahun Kerusuhan di Gedung Kongres AS, Joe Biden akan Ingatkan Tanggung Jawab Donald Trump

Pertama, panel berusaha mendapatkan testimoni Ivanka terkait rencana menghambat penghitungan suara electoral.

Ini termasuk diskusi antara Trump dan Pence pada 6 Januari 2021, di mana Trump mendesak Pence melanjutkan rencana mengubah hasil pemilihan.

Kedua, panel ingin mendapatkan testimoni Ivanka Trump terkait diskusi di Gedung Putih dengan ayahnya setelah pukul 14.24 waktu setempat pada hari kerusuhan yang memarahi Pence karena tidak sesuai dengan rencana.

"Mike Pence tidak memiliki keberanian untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk melindungi negara kita dan konstitusi kita, memberi negara-negara kesempatan untuk mengesahkan serangkaian fakta yang telah diperbaiki," cuit Trump pada pukul 14:24.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved