Selasa, 12 Mei 2026

Banjir Besar Melanda Ibu Kota Ekuador, 22 Orang Tewas dan 47 Terluka

Banjir besar melanda Ibu Kota Ekuador, menewaskan sedikitnya 22 orang dan 47 terluka di Quito.

Tayang:
AFP
Petugas pemadam kebakaran dan anggota tentara bekerja di jalan berlumpur setelah banjir yang melanda Quito utara, Ekuador pada 1 Februari 2022. Sedikitnya 22 orang tewas dan 47 luka-luka. 

TRIBUNNEWS.COM - Ibu Kota Ekuador, Quito telah dilanda bencana banjir besar.

Banjir terparah yang melanda Ekuador dalam dua dekade tersebut telah menewaskan sedikitnya 22 orang di Quito.

Banjir menggenangi rumah-rumah, mobil dan menghanyutkan para atlet dan penonton di lapangan olahraga, Selasa (1/2/2022).

Layanan darurat SNGRE Ekuador menyampaikan melalui Twitter, sebanyak 47 orang dilaporkan terluka, sebagaimana dilansir dari CNA.

Rekaman video menunjukkan aliran air yang membawa batu, lumpur, dan puing-puing di jalan-jalan di ibu kota Ekuador, saat tim penyelamat membantu penduduk mengarungi arus deras untuk menyelamatkan diri.

Baca juga: Qatar Bakal Jadi Sekutu Utama Amerika di Luar Aliansi NATO

Baca juga: Antisipasi Badai Musim Dingin, Maskapai di AS Membatalkan 4.900 Penerbangan

Banyak orang di kota berpenduduk 2,7 juta orang itu dibawa ke tempat penampungan.

Hujan yang mengguyur Quito selama 17 jam berturut-turut menyebabkan banjir yang merusak jalan, area pertanian, klinik, sekolah, kantor polisi, dan gardu listrik.

Walikota Quito, Santiago Guarderas mengatakan, hujan telah membanjiri bangunan resapan air di lereng bukit yang memiliki kapasitas 4.500 meter kubik tetapi digenangi dengan volume lebih dari empat kali lipat.

Kegagalan resapan air menyebabkan banjir sepanjang satu kilometer melalui lapangan olahraga tempat para pemain bola voli berlatih dengan penonton di pinggir lapangan.

"Orang-orang yang sedang bermain tidak bisa melarikan diri. Tiba-tiba mereka terperangkap," kata saksi Freddy Barrios Gonzalez kepada AFP.

Tidak diketahui pasti berapa banyak pemain atau penonton yang tewas dan terluka.

Tentara dengan anjing penyelamat sedang menjelajahi daerah sekitar lapangan untuk mencari korban selamat.

Kepala polisi Quito Cesar Zapata tidak menutup kemungkinan menemukan lebih banyak mayat di bawah ribuan meter kubik lumpur dan puing-puing yang ditinggalkan oleh banjir.

Penyelamat Cristian Rivera mengatakan banyak orang di Quito harus dirawat karena hipotermia.

Pemerintah kota telah memobilisasi alat berat untuk membersihkan jalan dan memperbaiki sistem resapan air yang gagal.

Banjir di Quito utara pada 1 Februari 2022.
Anggota tentara mencari korban di tengah lumpur di lingkungan La Gasca, Quito utara, Ekuador pada 1 Februari 2022, setelah banjir. Banjir menyebabkan sedikitnya 22 orang tewas dan 47 orang luka-luka.
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved