Tingkat Beban Nasional Jepang Mencapai 48 Persen

Tingkat beban nasional untuk tahun ini dibandingkan 2021 diperkirakan meningkat 0,1 poin menjadi 48,0 persen, tertinggi yang pernah ada.

Editor: Dewi Agustina
Richard Susilo
Kementerian Keuangan Jepang di Kasumigaseki Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tingkat beban nasional Jepang (TBN) per tahun fiskal 2021 mencapai 48 persen dan merupakan yang tertinggi dalam sejarah Jepang.

TBN menunjukkan rasio beban pajak dan premi asuransi sosial terhadap pendapatan nasional, kini mencapai 48 persen, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan merupakan yang tertinggi yang pernah ada.

Meskipun pendapatan meningkat, tingkat beban keuangan masyarakat juga meningkat karena kenaikan pajak melebihi itu.

TBN adalah rasio beban pajak dan premi asuransi sosial terhadap pendapatan nasional termasuk pendapatan individu dan perusahaan, dan merupakan salah satu indikator untuk membandingkan berat beban publik secara internasional.

Menurut Kementerian Keuangan Jepang, tingkat beban nasional untuk tahun ini dibandingkan 2021 diperkirakan meningkat 0,1 poin menjadi 48,0 persen, tertinggi yang pernah ada.

Meskipun pendapatan masyarakat meningkat karena pemulihan kinerja perusahaan, tingkat beban sedikit meningkat karena pajak perusahaan dan pajak lainnya meningkat lebih dari itu.

Baca juga: Serikat Buruh Mitsubishi UFJ Bank di Jepang Minta Kenaikan Gaji dan Bonus 1 Persen

Di sisi lain, potensi beban negara termasuk defisit anggaran nasional diperkirakan akan turun sebesar 2,1 poin menjadi 60,7 persen.

Sebab, besaran defisit anggaran tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang anggaran tambahan pemerintah dikeluarkan sebanyak tiga kali. (Ada anggaran utama pada awal tahun fiskal, lalu menyusul anggaran tambahan apabila ada kekuarangan--Red).

Di sisi lain, pada tahun anggaran baru 2022, tingkat beban nasional diperkirakan akan terus meningkat menjadi 56,9 persen.

Tingkat beban nasional di Jepang adalah 24,3 persen pada tahun 1970, lebih dari 50 tahun yang lalu, tetapi terus meningkat karena meningkatnya beban jaminan sosial karena penuaan usia penduduk.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved