Pesan Ulang Tahun Kaisar Jepang Harapkan Perdamaian Dunia, Hati-hati Posting Internet

Kaisar Jepang juga menekankan perdamaian dunia serta permintaan kehati-hatian masyarakat dalam memposting di internet.

Foto NHK
Saat jumpa pers Kaisar Naruhito menjelang ulang tahunnya ke-62 hari ini (23/2/2022) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Selain masalah pandemi corona dan korbannya yang jadi perhatian Kaisar Jepang Naruhito berulang tahun ke-62 Rabu ini (23/2/2022), Kaisar Jepang juga menekankan perdamaian dunia serta permintaan kehati-hatian masyarakat dalam memposting di internet.

"Masih ada berbagai ketegangan antar negara, tetapi saya berharap pertukaran orang-ke-orang akan mengarah pada dunia yang damai yang melampaui batas-batas nasional dan regional dan saling mengakui," ungkap Kaisar Jepang dalam jumpa persnya menjelang ulang tahunnya hari ini (23/2/2022).

Yang Mulia Kaisar juga mengomentari laporan berita mingguan dan posting di Internet, yang dikatakan telah mempengaruhi kondisi fisik Mako puteri Akishinomiya.

 "Saya pikir penting untuk menciptakan masyarakat di mana orang dapat mengekspresikan pendapat mereka yang bebas dan beragam secara  teori umum. Namun ketika mengungkapkan pendapat kepada orang lain, selalu perlu diingat bahwa kadang-kadang dapat melukai hati atau posisi orang tersebut. Jadi tolong berhati-hati," papar Kaisar Jepang.

Mengenai Aiko, putri tertua  yang menjadi seorang mahasiswa tahun kedua yang mencapai usia dewasa tahun lalu, "Saya sangat tersentuh oleh kenyataan bahwa dia telah mencapai usia 20 dan menjadi dewasa. Sebagai orang tua, saya bahagia dan  bersyukur telah dapat membantu Aiko serta mendukungnya bersama keluarga."

Kaisar juga banyak menekankan mengenai lingkungan hidup dunia.

"Tahun lalu juga, ada banyak perhatian terhadap perubahan iklim sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini."

Untuk mengatasi masalah ini, berbagai pemangku kepentingan, termasuk negara, perusahaan, lembaga penelitian, dan masyarakat umum, harus bekerja sama untuk mewujudkan masyarakat bebas karbon.

"Itu terkadang terlihat seperti tembok yang tidak dapat diatasi, tetapi dalam beberapa tahun terakhir kami telah menantang tantangan ini."

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved