Konflik Rusia Vs Ukraina
Ini Awal Mula Penyebab Rusia Invasi Ukraina dan Kondisi Terbaru Ukraina
Rusia mulai menyerang Ukraina sejak kemarin Kamis (24/2/2022), begini kondisi terkini Ukraina dan inilah awal mula penyebab peperangannya terjadi.
TRIBUNNEWS.COM - Ukraina kini sedang dalam kondisi mencekam dan berbahaya.
Kondisi mencekam tersebut disebabkan Rusia yang memulai serangan militer skala besar di Ukraina sejak Kamis (24/2/2022) kemarin.
Rusia menyerang Ukraina dalam apa yang bisa menjadi awal perang di Eropa atas tuntutan Rusia untuk mengakhiri ekspansi NATO ke arah timur.
Perang antara Ukraina dan Rusia bermula karena munculnya konflik di antara keduanya. Situasi mulai tidak terkendali sejak awal 2021.
Pada Januari 2021, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mendesak Presiden Amerika Serikat, Joe Biden untuk membiarkan Ukraina bergabung dengan NATO.
Hal ini membuat marah Rusia dan akhirnya mulai mengirim pasukan di dekat perbatasan Ukraina untuk "latihan" pada musim semi tahun lalu dan meningkatkannya selama musim gugur.
Pada Desember 2021, Amerika Serikat juga mulai memperingatkan pengerahan pasukan Rusia.
Presiden Biden memperingatkan sanksi berat jika Rusia menginvasi Ukraina.
Sementara itu, Rusia menuntut agar Barat memberikan jaminan yang mengikat secara hukum bahwa NATO tidak akan mengadakan kegiatan militer apa pun di Eropa Timur dan Ukraina.
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengklaim Ukraina adalah boneka Barat dan bagaimana pun tidak pernah menjadi negara yang layak.
Dikutip dari Instagram @bbcnews, pemerintah Rusia pun memilih untuk menyerang Ukraina, yang resmi disampaikan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin sejak kemarin (24/2/2022).
Putin resmi menginvasi Ukraina dalam skala penuh dan mengumumkan invasi tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi.
Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran di negara Ukraina, melintasi perbatasannya dan membom sasaran militer.
Dikatakan bahwa tujuan serangan Rusia ke Ukraina adalah untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina.
Putin juga menegaskan bahwa siapa pun yang mencoba ikut campur akan mendapat balasan yang akan "mengakibatkan konsekuensi yang belum pernah dialami dalam sejarah".
Baca juga: Sikapi Invasi Rusia, Ukraina Persenjatai Semua Orang yang Bersedia Membela Negara
Kondisi Terkini Ukraina
Dikutip dari Instagram @bbcnews, serangan Rusia ke Ukraina telah menyebabkan adanya ledakan di dekat kota-kota besar di Ukraina.
Serangan rudal dan ledakan telah dilaporkan di beberapa bagian Ukraina, termasuk Ibu Kota Kyiv dan Kharkiv sejak kemarin.
Kyiv juga menjadi kota yang terkena bom pertama sejak Rusia melancarkan serangan militer ke negara itu.
Serangan tersebut menyebabkan sejumlah orang terluka dan kehilangan tempat tinggal.
Di Kyiv juga sempat terjadi kemacetan panjang.
Hal ini karena penduduk Ukraina meninggalkan kota itu setelah pasukan Rusia melancarkan serangannya.
Beberapa penduduk Ukraina mencoba melarikan diri ke barat.
Beberapa warga juga mencari perlindungan di stasiun metro bawah tanah.
Sementara yang lain berusaha melarikan diri dengan kereta api dan bus atau dengan mobil, setelah wilayah udara Ukraina ditutup untuk penerbangan sipil.
Orang-orang mengantre di ATM untuk menarik uang karena kekhawatiran mereka terhadap serangan lanjutan dari Rusia.
Serhiy Nykyforov, juru bicara Kepresidenan Ukraina mengatakan, Rusia mengandalkan kepanikan besar di Ukraina dan meminta orang-orang "untuk tetap kuat".
Ukraina telah mengumumkan darurat militer sejak terjadinya serangan tersebut dan telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia.
Dikutip dari bbc.com, pasukan Rusia melanjutkan serangan skala penuh di Ukraina, karena militernya menyerang negara itu dari utara, timur dan selatan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, ada 137 warga Ukraina, baik tentara maupun warga sipil tewas.
Laporan terkini bahwa Rusia kini telah menguasai kompleks Chernobyl, lokasi bencana nuklir terburuk di dunia.
Baca juga: Profil Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Pemula Politik dan Pernah Jadi Aktor
Sejarah Ketegangan Rusia vs Ukraina
Ini bukan pertama kalinya ketegangan antara Rusia dan Ukraina terjadi dan memuncak.
Rusia telah menginvasi Ukraina pada 2014 ketika pemberontak yang didukung oleh Presiden Putin telah merebut sebagian besar wilayah timur Ukraina dan telah memerangi tentara Ukraina sejak saat itu. Pada saat itu, Rusia telah mencaplok Krimea.
Sebagai bekas republik Soviet, Ukraina memiliki ikatan sosial dan budaya yang mendalam dengan Rusia, dan bahasa Rusia digunakan secara luas di sana, tetapi sejak Rusia menginvasi pada 2014, hubungan tersebut telah rusak.
Dikutip dari ndtv.com, Rusia menyerang Ukraina ketika presidennya yang pro-Rusia digulingkan pada awal 2014 dan perang di timur itu telah merenggut lebih dari 14.000 nyawa.
Rusia dan Ukraina telah menandatangani perjanjian damai Minsk untuk menghentikan konflik bersenjata di Ukraina timur, termasuk wilayah Donbas.
Namun karena konflik terus berlanjut, Rusia menyatakan akan mengirim pasukan ke wilayah di mana konflik sedang terjadi.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)
Berita lain terkait Rusia VS Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kepanikan-warga-ukraina-saat-rusia-lakukan-invasi_20220224_173122.jpg)