Selasa, 9 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Daftar Perusahaan yang Mundur dari Rusia karena Invasi ke Ukraina: Facebook, Apple hingga Airbus

Sejumlah perusahaan internasional berhenti beroperasi di Rusia, imbas invasi negara itu ke Ukraina. Berikut daftarnya.

Tayang:
Penulis: Rica Agustina
Editor: Daryono
NICHOLAS KAMM / AFP
Logo Apple di pintu masuk toko Apple di Washington, DC - Sejumlah perusahaan internasional berhenti beroperasi di Rusia, imbas invasi negara itu ke Ukraina. Berikut daftarnya. 

"Seiring konflik berlanjut, tim kami fokus untuk memastikan keselamatan rekan satu tim kami di wilayah tersebut," tambah perwakilan itu.

Airbus mengikuti Boeing dengan langkah serupa pada Rabu (2/3/2022).

Dalam sebuah pernyataan, Boeing mengatakan telah menangguhkan layanan dukungan untuk maskapai Rusia, serta pasokan suku cadang ke negara itu.

Petugas polisi mengevakuasi mayat seorang pejalan kaki yang tewas dalam serangan udara yang menghantam menara televisi utama Kyiv pada 2 Maret 2022. Serangan udara Rusia tampaknya menghantam menara televisi utama Kyiv di jantung ibu kota Ukraina pada 1 Maret 2022.
Petugas polisi mengevakuasi mayat seorang pejalan kaki yang tewas dalam serangan udara yang menghantam menara televisi utama Kyiv pada 2 Maret 2022. Serangan udara Rusia tampaknya menghantam menara televisi utama Kyiv di jantung ibu kota Ukraina pada 1 Maret 2022. (ARIS MESSINIS / AFP)

TEKNOLOGI

Apple telah berhenti menjual produknya di Rusia, perusahaan mengumumkan pada Selasa (1/3/2022).

Perusahaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sangat prihatin tentang invasi Rusia.

Sebagai tanggapan, Apple juga telah bergerak untuk membatasi akses ke layanan digital, seperti Apple Pay, di dalam Rusia, dan membatasi ketersediaan aplikasi media pemerintah Rusia di luar negeri.

Facebook dari Meta mengatakan mereka akan memblokir akses ke outlet berita Rusia RT dan Sputnik di seluruh Uni Eropa, Senin (28/2/2022).

Langkah itu dilakukan setelah menerima permintaan dari sejumlah pemerintah dan UE untuk mengambil langkah lebih lanjut sehubungan dengan media yang dikendalikan negara Rusia, kata Nick Clegg, VP urusan global perusahaan itu.

Meta juga mengatakan telah menerapkan pembatasan algoritmik ke media pemerintah Rusia yang seharusnya mencegahnya muncul secara mencolok di umpan pengguna.

Twitter juga mengumumkan rencana untuk mengurangi visibilitas dan amplifikasi konten media pemerintah Rusia.

Netflix juga mengatakan pihaknya menolak untuk menyiarkan saluran TV pemerintah Rusia di negara itu mulai minggu ini, Senin(28/2/2022).

"Mengingat situasi saat ini, kami tidak memiliki rencana untuk menambahkan saluran ini ke layanan kami," kata perusahaan itu.

Baca juga: Viral Video Warga Kherson Tantang dan Rebut Kembali Bendera Ukraina dari Tentara Rusia

Spotify mengatakan mereka telah menutup kantornya di Rusia tanpa batas waktu dan membatasi acara yang dimiliki dan dioperasikan oleh media yang berafiliasi dengan pemerintah Rusia, Rabu (2/3/2022).

Layanan streaming menghapus semua konten dari RT dan Sputnik di Eropa dan wilayah lain, kata juru bicara perusahaan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved