Konflik Rusia Vs Ukraina
Dubes Vasyl Hamianin: Ulama dan Komunitas Muslim di Ukraina Ikut Berperang Membela Negara
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin sangat menyayangkan adanya propaganda dari Rusia yang mencoba merusak toleransi Ukraina.
Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin sangat menyayangkan adanya propaganda dari Rusia yang mencoba merusak toleransi Ukraina terhadap orang-orang muslim.
Vasyl mengatakan ulama dan komunitas muslim di Ukraina ikut bergabung melawan militer Rusia.
“Ini provokasi yang keterlaluan,” kata Vasyl dalam wawancara khusus dengan Tribun Network di kantor Kedutaan Besar Ukraina, Jakarta Selatan, Kamis (3/3/2022).
“Saya ingin anda menyampaikan ini kepada setiap saudara saudari kami di Indonesia, terutama saudara-saudara kami yang beragama Islam, bahwa kami tidak akan pernah menerima provokasi yang menyangkut toleransi terhadap rasisme, terhadap apa pun intoleransi antar agama,” lanjutnya.
Dubes Vasyl mengatakan Ukraina memiliki komunitas muslim yang cukup besar.
Baca juga: Imbas Konflik dengan Ukraina, Bank Dunia Hentikan Pinjaman Untuk Rusia
Ukraina memiliki sekitar 2 juta orang muslim yang telah kehilangan hak untuk tinggal di tanah air mereka.
Ketika perang dimulai, Vasyl menyebut ulama dan komunitas muslim Ukraina selalu melawan.
“Mereka melakukan banyak upaya untuk melindungi tanah air. Dan ketika perang dimulai, batalyon orang-orang muslim Ukrania dibentuk di Ukraina. Di bawah naungan Mufti Ukraina, Mufti Krimea,” kata Vasyl.
Baru-baru ini Mufti dari Ukraina dan Krimea di wawancara secara online oleh Majelis Ulama Indonesia soal apa yang akan dilakukan mereka selanjutnya.
Baca juga: Imbas Konflik dengan Ukraina, Bank Dunia Stop Pinjaman Untuk Rusia
Para Mufti menjawab akan berdoa dan akan melawan jika dibutuhkan.
“Dan dalam wawancara ini, ketika dia ditanya, apa yang akan Anda lakukan? Apa yang akan dilakukan Muslim Ukraina? Dan mereka mufti menjawab dengan sangat sederhana. Kita akan berdoa, jika perlu akan berjuang, tetapi berdoa adalah hal yang paling penting, berdoa untuk perdamaian, berdoa untuk kebebasan tanah kita. Ini sangat penting,” kata Vasyl mengutip wawancara para Mufti.
Dubes Ukraina meyakinkan bahwa komunitas muslim di Ukraina selama ini hidup berdampingan secara damai.
Baca juga: 80 WNI dan 3 WNA Dievakuasi dari Ukraina Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
Tidak hanya dengan komunitas muslim, tapi juga berbagai komunitas agama, berbagai ras, dan bangsa.
Vasyl mengatakan, menurut statistik Ukraina memiliki lebih dari 100 kelompok etnis.
Sehingga, dia benar-benar tidak mentolerir propaganda Rusia yang mencoba merusak toleransi rasisme dan antar agama.
“Jadi, tolong sampaikan pesan ini kepada rakyat Indonesia. Kami tidak mentolerir provokasi, dan kami benar-benar tidak senang dengan propaganda Rusia. Itu keterlaluan. Saya sangat sangat sedih dan sangat tidak bahagia,” ujarnya.
