Selasa, 2 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Sebut 498 Tentaranya Tewas Selama Invasi di Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 498 tentara Rusia telah tewas dan 1.597 lainnya luka-luka selama invasi di Ukraina.

Tayang:
AFP/HANDOUT
This handout photograph released on January 20, 2022 by Kementerian Pertahanan Belarus, menunjukkan prajurit Rusia berdiri tegak pada saat kedatangan mereka untuk latihan bersama di Belarus. - 498 tentara Rusia tewas dan 1.597 lainnya luka-luka selama invasi di Ukraina. 

Zelensky menyebut banyak pasukan Rusia yang melarikan diri kembali ke negaranya.

"Semakin banyak penjajah melarikan diri kembali ke Rusia, dari kami, dari semua orang yang mengusir musuh dengan lembing, senjata, tank, helikopter dengan segala sesuatu yang menembak."

"Saya berharap kesehatan Anda, penduduk asli Ukraina, kuat dan baik hati, tetapi tidak untuk musuh!" ucap Zelensky dalam pesan Facebook, Rabu (2/3/2022) malam, seperti dikutip dari CNN.

“Kami adalah bangsa yang menghancurkan rencana musuh dalam seminggu, rencana yang telah dibangun selama bertahun-tahun, keji, diperhitungkan, dengan kebencian untuk negara kami, untuk rakyat kami, untuk setiap orang yang memiliki 2 hal: kebebasan dan hati. Tapi kami menghentikan mereka dan memukuli mereka."

Polisi dan personel keamanan memeriksa sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv. Kamis. (24 Februari 2022). Serangan terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada hari Kamis dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan
Polisi dan personel keamanan memeriksa sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv. Kamis. (24 Februari 2022). Serangan terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada hari Kamis dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan "penuh -skala invasi" sedang berlangsung. (Sergei Supinsky / AFP) (AFP/SERGEI SUPINSKY)

Presiden Ukraina mengatakan bahwa militernya hingga warganya setiap hari telah menangkap pasukan Rusia.

"Militer kami, penjaga perbatasan kami, pertahanan teritorial kami, bahkan petani biasa menangkap militer Rusia setiap hari. Dan semua tawanan hanya mengatakan satu hal: mereka tidak tahu mengapa mereka ada di sini."

"Terlepas dari kenyataan bahwa ada lusinan kali lebih banyak dari mereka, moral musuh terus memburuk," tambahnya.

Dia juga menyebutkan tentangan terhadap pasukan Rusia dari Ukraina biasa.

"Memblokir jalan, orang-orang keluar di depan kendaraan musuh itu sangat berbahaya, tapi betapa beraninya. Ini juga keselamatan."

Zelensky menuduh pasukan Rusia melakukan penjarahan.

Baca juga: Rusia Klaim Kuasai Kota Kherson di Ukraina Selatan

Baca juga: Apa Tujuan Rusia? Lakukan Invasi Tapi Siapkan 10.500 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Ukraina

"Mari kita buang mereka dengan rasa malu, seperti yang dilakukan orang-orang yang mengusir penjajah keluar dari toko kelontong ketika militer Rusia mencoba mencari makanan."

"Ini bukan pejuang negara adidaya, ini adalah anak-anak bingung yang digunakan."

"Mereka tidak akan memiliki kedamaian di sini, mereka tidak akan memiliki makanan di sini, mereka tidak akan memiliki satu momen pun tenang di sini."

"Para penjajah hanya akan menerima satu hal dari Ukraina yakni penolakan, penolakan yang layak. Mereka akan selalu ingat bahwa kita tidak menyerah."

"Tentara kami melakukan segalanya untuk menghancurkan musuh sepenuhnya. 9.000 orang Rusia tewas dalam satu minggu," kata Zelensky.

(Tribunnews.com/Yurika)

Konflik Rusia Vs Ukraina

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved