PM Jepang Fumio Kishida Sangat Hati-hati Bicara soal Nuklir dan Pertahanan Negara

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara sangat hati-hati mengenai nuklir dan pertahanan negara.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida saat jumpa pers di kantor PM Jepang di Tokyo, Kamis (17/2/2022) malam. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara sangat hati-hati mengenai nuklir dan pertahanan negara.

Saat jumpa pers, Kamis (3/3/2022) malam, seorang wartawan bertanya, "Apa situasi terburuk bagi Jepang? Bisakah kita melindungi kehidupan masyarakat dengan berpegang pada Tiga Prinsip Non-Nuklir? "

Menanggapi pertanyaan tersebut, PM Kishida tampak sangat hati-hati menjawabnya.

"Saya pikir sulit untuk berprasangka tentang perubahan situasi di masa depan. Tetapi Jepang memiliki pertahanan dan pencegahan sendiri oleh aliansi Jepang-AS. Ini melindungi kehidupan dan mata pencaharian rakyat. Kami akan melindungi wilayah dan perairan teritorial," kata PM Kishida.

"Dengan menjalankan sistem ini dengan kuat kami ingin melindungi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat Jepang dengan baik," tambahnya.

Baca juga: Jepang dan Indonesia Punya Pandangan Yang Sama Mengenai Perang Ukraina dan Rusia

"Pertanyaannya adalah apakah kita dapat melindungi kehidupan dan penghidupan rakyat sambil mengamati Tiga Prinsip Non-Nuklir?"

Ini adalah kemampuan pertahanan tradisional Jepang dan pencegahan aliansi Jepang-AS.

"Dalam situasi ini, kami percaya bahwa sistem seperti itu dapat melindungi kehidupan dan penghidupan masyarakat dengan berfungsi dengan baik."

"Namun, situasinya kini tampaknya telah berubah. Teknologi akan berubah. Tidak mungkin untuk tidak melakukan apa-apa dalam menghadapi perubahan ini," ujar PM Kishida.

"Penting untuk terus memverifikasi, mempertimbangkan, dan membuat upaya untuk sistem dan persiapan negara kita lebih baik lagi sesuai situasi kondisi terakhir," kata dia.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved