Konflik Rusia Vs Ukraina
Amerika 'Hati-hati' untuk Berikan Pesawat Tempur ke Angkatan Udara Ukraina
Hal itu karena operasi militer khusus Rusia untuk denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina saat ini sedang berlangsung.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -Amerika Serikat (AS) memilih berhati-hati dan tak mau gegabah untuk mengirimkan jet tempur para sekutu NATO-nya ke Ukraina, agar tidak meningkatkan potensi konflik dengan Rusia.
Hal itu karena operasi militer khusus Rusia untuk denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina saat ini sedang berlangsung.
Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (9/3/2022), terkait AS, Rusia baru-baru ini telah menyuarakan keprihatinan setelah menemukan belasan biolab di Ukraina yang siduga didanai AS.
Laboratorium yang diklaim dapat mengembangkan senjata biologis ini ditemukan oleh militer Rusia.
Di sisi lain, konflik antara Rusia dan Ukraina telah memasuki pekan kedua dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky siap untuk penyelesaian diplomatik konflik di negaranya dengan melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba pun dijadwalkan bertemu di sela-sela Forum Diplomatik di Antalya Turki pada Kamis waktu setempat.
China: AS dan NATO terus provokasi
China menuding tindakan NATO yang dipimpin AS telah mendorong ketegangan antara Rusia dan Ukraina ke titik puncak.
juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, pada Rabu (9/3/2022) mendesak Amerika Serikat untuk menanggapi kekhawatiran China dengan serius dan menghindari merusak hak atau kepentingannya dalam menangani masalah Ukraina dan hubungan dengan Rusia.
Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping pada Selasa (8/3) menyerukan "pengendalian maksimum" di Ukraina. Dan, dalam pernyataan terkuatnya hingga saat ini tentang konflik Rusia dan Ukraina, dia mengatakan, China "sedih melihat api perang menyala kembali di Eropa".
Xi, berbicara dalam pertemuan virtual dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, menyebutkan, ketiga negara harus bersama-sama mendukung pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina, CCTV melaporkan, seperti dikutip Reuters.
Baca juga: Zelenskyy: Ukraina Punya Solusi yang Memungkinkan untuk Pengakuan Krimea, DPR, dan LPR
Presiden China menggambarkan situasi di Ukraina sebagai "mengkhawatirkan" dan menyatakan, prioritas harus mencegah kondisi di negara itu meningkat atau "berputar di luar kendali".
Dia juga mengatakan, Prancis dan Jerman harus melakukan upaya untuk mengurangi dampak negatif dari krisis.
Sekaligus menyatakan keprihatinan tentang dampak sanksi terhadap stabilitas keuangan global, pasokan energi, transportasi, dan rantai pasokan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kerusakan-akibat-serangan-rusia-di-ukraina.jpg)