Pengeluaran Rumah Tangga di Jepang Januari 2022 Naik 6,9 Persen

Jumlah uang yang dihabiskan oleh dua atau lebih rumah tangga untuk konsumsi adalah 287.801 yen per rumah tangga.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang di Kasumigaseki. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pengeluaran rumah tangga Jepang pada Januari 2022 naik untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir ini.

"Pada bulan Januari, jumlah pengeluaran oleh dua atau lebih orang dalam satu rumah tangga telah meningkat sebesar 6,9 persen dari bulan yang sama tahun lalu. Ini adalah peningkatan pertama dalam enam bulan terakhir," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (11/3/2022).

Konsumsi masih di bawah level pra-Corona, karena dampak penurunan signifikan pada tahun sebelumnya.

Menurut survei rumah tangga bulan Januari yang diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang hari Jumat (11/3/2022), jumlah uang yang dihabiskan oleh dua atau lebih rumah tangga untuk konsumsi adalah 287.801 yen per rumah tangga.

Secara riil, tidak termasuk fluktuasi harga, meningkat 6,9 persen dari bulan yang sama tahun lalu.

Melihat rinciannya, “Transportasi/Komunikasi” meningkat sebesar 32,2 persen karena peningkatan biaya terkait mobil seperti bensin dan tarif kereta api karena peningkatan kesempatan untuk pergi ke luar seperti pulang ke rumah selama liburan akhir tahun dan Tahun Baru.

Baca juga: Warga Jepang Peringati 77 Tahun Pengeboman Tokyo, Ingatkan Rusia untuk Hentikan Perang di Ukraina

Selain itu, “makanan” juga meningkat sebesar 0,2 persen untuk pertama kalinya dalam 6 bulan karena kenaikan biaya makan di luar dan pembelian manisan Jepang (kue-kue) untuk hadiah.

Di sisi lain, permintaan pemanas dan air telah berkurang, dan biaya listrik serta minyak tanah telah menurun, yang mengakibatkan penurunan sebesar 3,4 persen.

Meski meningkat untuk pertama kalinya dalam 6 bulan secara keseluruhan, konsumsi tetap berada di bawah level pra-Corona karena penurunan besar pada Januari tahun lalu, yang menjadi bahan perbandingan, sebagai pengaruh "keadaan darurat" saat itu.

"Ada kekhawatiran bahwa akan ada rasa penghematan karena kenaikan harga energi dan harga berbagai hal. Jadi saya ingin melihat masa depan dengan lebih cermat lagi," ungkap seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved