Virus Corona

JR East dan JR West Jepang Mulai Mengurangi Jadwal Perjalanan Kereta Api

JR East dan West Japan mengalami pengurangan perjalanan terbesar sejak perusahaan ini didirikan pada tahun 1987, 35 tahun yang lalu.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kereta api otomatis Yamanote Line sedang uji coba 7 Januari 2019. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perusahaan JR (baik Timur maupun Barat) merevisi jadwal perjalanan kereta api pada Sabtu tanggal 12 Maret 2022, untuk mencerminkan penurunan penumpang akibat dampak pandemi Corona.

Beberapa stasiun kereta api mulai tidak ada petugas (tak berawak).

"JR East mengurangi jumlah kereta pada hari kerja dan hari libur. Pada hari kerja, 25 kereta di Shinkansen, 15 kereta di kereta ekspres terbatas, dan 199 kereta di kereta cepat dan biasa di seluruh area seperti wilayah metropolitan Tokyo dan Tohoku. Jumlah perjalanan dikurangi 239. Pengurangan jumlah perjalanan terbesar selama ini," papar sumber Tribunnews.com, Jumat (11/3/2022).

Dari jumlah tersebut, selama jam perjalanan pagi, 16 jalur di wilayah metropolitan Tokyo, seperti Jalur Yamanote, dikurangi dari 1 sehingga menjadi 4 jalur per jam.

Selain itu, pada hari kerja, JR West juga mengurangi jumlah perjalanan sebanyak 213 perjalanan, di antaranya 5 di Shinkansen, 2 di limited express, dan 206 di kereta cepat dan reguler.

JR East dan West Japan dikatakan mengalami pengurangan perjalanan terbesar sejak perusahaan ini didirikan pada tahun 1987, 35 tahun yang lalu.

"Perilaku pelanggan kami telah berubah secara signifikan di bawah pengaruh virus corona dan kami telah menetapkan jadwal yang efisien dan fleksibel. Kami ingin merespons dengan lebih fleksibel terhadap perubahan situasi," ungkap
Yuji Fukasawa, Presiden JR East.

Baca juga: Keidanren Targetkan 100 Perusahaan Startup di Jepang dalam 5 Tahun Mendatang

Latar belakang pengurangan perjalanan skala besar JR East dan West Japan adalah "perubahan gaya kerja" seperti penyebaran teleworking akibat pandemi corona.

Salah satu buktinya adalah penurunan pendapatan penjualan tiket komuter.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved