Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Sebut Pasukan Rusia dalam Kekacauan, Minta Mereka Menyerah Saja

Presiden Zelensky menyebut pasukan Rusia berada dalam kekacauan. Ia minta mereka untuk menyerah saja.

Penulis: Miftah Salis
AFP/SERGEI SUPINSKY
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky berbicara saat menggelar jumpa pers di Kota Kyiv (Kiev), Ukraina, Kamis (3/3/2022) waktu setempat. Volodymyr Zelensky meminta pihak Barat untuk meningkatkan bantuan militer ke Ukraina. Ia mengatakan, jika tidak, Rusia akan maju ke seluruh Eropa. "Jika Anda tidak memiliki kekuatan untuk menutup langit, maka beri saya pesawat!" ujar Zelensky dalam jumpa pers. "Jika kami tidak ada lagi maka, amit-amit, Latvia, Lithuania, Estonia akan menjadi berikutnya," katanya. "Percayalah pada saya," tambahnya. AFP/SERGEI SUPINSKY 

TRIBUNNEWS.COM- Presiden Zelensky menyebut pasukan Rusia berada dalam kekacauan.

Ia minta mereka untuk menyerah saja.

Volodymyr Zelensky meminta tentara Rusia untuk menyerah melalui pidato yang disiarkan televisi pada Senin (14/3/2022).

Zelensky memberi kabar kepada warga Ukraina tentang keadaan perlawanan mereka terhadap Rusia.

Ia meminta pasukan Moskow untuk menyerahkan senjatanya.

Pasukan Kyiv disebut sedang mendekati kemenangan.

Sementara pasukan Rusia sedang dalam kekacauan.

Pasukan Rusia disebut “bingung” dan tidak mengharapkan pertarungan begitu sulit.

Beralih menggunakan bahasa Rusia, Zelensky mengingatkan bahwa tentara Rusia tak bisa mengambil apa pun dari Ukraina.

Baca juga: Sosok Brent Renaud, Jurnalis Sekaligus Pembuat Film asal AS yang Tewas Ditembak Pasukan Rusia

Baca juga: Ini Empat Syarat Mutlak Rusia Bisa Akhiri Serangan Militer ke Ukraina

Baca juga: Serangam Rusia di Kyiv Menewaskan 4 Orang, Jam Malam Diberlakukan

Sebuah derek memindahkan mobil yang hancur dari depan gedung apartemen yang hancur setelah dibom di distrik Obolon barat laut Kyiv pada 14 Maret 2022. - Dua orang tewas pada 14 Maret 2022, saat berbagai lingkungan di ibukota Ukraina, Kyiv berada di bawah serangan penembakan dan rudal, kata pejabat kota, setelah militer Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.
 (Photo by Aris Messinis / AFP)
Sebuah derek memindahkan mobil yang hancur dari depan gedung apartemen yang hancur setelah dibom di distrik Obolon barat laut Kyiv pada 14 Maret 2022. - Dua orang tewas pada 14 Maret 2022, saat berbagai lingkungan di ibukota Ukraina, Kyiv berada di bawah serangan penembakan dan rudal, kata pejabat kota, setelah militer Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022. (Photo by Aris Messinis / AFP) (AFP/ARIS MESSINIS)

"Saya ingin memberi tahu tentara Rusia, mereka yang telah memasuki tanah kami dan yang baru saja akan dikirim untuk berperang melawan kami." 

"Anda tidak akan mengambil apa pun dari Ukraina,” katanya, mengutip Newsweek.

Zelensky paham bahwa mereka hanya akan membunuh orang-orang.

Padahal hidup mereka juga akan diambil.

Zelensky lalu bertanya mengapa mereka harus mati jika mereka ingin bertahan hidup.

Untuk diketahui, pembicaraan perdamaian keempat antara Rusia dan Ukraina digelar Senin (14/3/2022).

Pembicaraan tersebut digelar melalui video conference.

Mengutip dari Newsweek, para pemimpin Polandia, Republik Ceko dan Slovenia akan datang ke Kyiv untuk bertemu langsung dengan Zelensky.

(Tribunnews.com/Miftah)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved