Konflik Rusia Vs Ukraina

UNICEF Sebut 4,3 Juta Anak Ukraina Mengungsi Karena Perang

UNICEF mengatakan 4,3 juta anak mengungsi selama perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina dalam sebulan terakhir ini.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
AFP/YURIY DYACHYSHYN
Dalam gambar yang diambil pada 18 Maret 2022 ini, 109 kereta bayi kosong dan keranjang bayi terlihat ditempatkan di luar dewan kota Lviv selama aksi untuk menyoroti jumlah anak yang tewas dalam invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina. (Photo by Yuriy Dyachyshyn / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang fokus pada anak-anak, UNICEF mengatakan 4,3 juta anak mengungsi selama perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina dalam sebulan terakhir ini.

Angka ini mengindikasikan lebih dari setengah dari perkiraan 7,5 juta populasi anak di negara itu telah pergi.

Dikutip dari laman Ukrinform, Jumat (25/3/2022), jumlah ini mencakup lebih dari 1,8 juta anak-anak yang telah menyeberang ke negara-negara tetangga sebagai pengungsi dan 2,5 juta yang kini menjadi pengungsi internal di dalam Ukraina.

"Perang telah menyebabkan salah satu perpindahan anak-anak dalam skala besar tercepat sejak Perang Dunia II. Ini adalah tonggak sejarah yang suram yang dapat memiliki konsekuensi abadi bagi generasi mendatang. Keselamatan, kesejahteraan, dan akses anak-anak ke layanan penting, semuanya berada di bawah ancaman dari kekerasan mengerikan tanpa henti," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

Baca juga: Ukraina Tuduh Moskow Pindahkan Paksa 400.000 Warga Sipil ke Rusia untuk Menekan Kyiv agar Menyerah

Sementara itu, menurut lembaga PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) yakni OHCHR, 78 anak telah terbunuh, dan 105 lainnya terluka di Ukraina sejak dimulainya perang pada 24 Februari lalu.

Namun, angka ini hanya mewakili laporan-laporan yang dapat dikonfirmasi PBB.

Di Ukraina, UNICEF telah mengirimkan pasokan medis ke 49 rumah sakit di 9 wilayah, termasuk Kiev, Kharkiv, Dnipro dan Lviv, serta meningkatkan akses ke perawatan kesehatan untuk 400.000 ibu, bayi baru lahir dan anak-anak.

Lembaga itu juga terus mendistribusikan air dan barang-barang kebersihan kemunitas komunitas yang dikepung.

Selain itu, UNICEF turut meningkatkan jumlah tim perlindungan anak yang bekerja di dalam zona konflik akut dari 22 menjadi 50 dan telah mengirimkan 63 truk pasokan penyelamat untuk mendukung kebutuhan lebih dari 2,2 juta orang.

Baca juga: Rusia Singgung Navy Medical Center Milik Amerika yang Berhenti Beroperasi di Indonesia dan Ukraina

Dalam beberapa minggu mendatang, UNICEF akan memulai bantuan tunai darurat untuk keluarga yang paling rentan dan membangun ruang ramah anak di lokasi-lokasi utama di seluruh negeri.

Sebelumnya, menurut Kantor Kejaksaan Agung Ukraina, 128 anak tewas dan lebih dari 170 terluka dalam agresi bersenjata Federasi Rusia yang dilakukan di Ukraina pada 24 Maret kemarin.

Perlu diketahui, pada 24 Februari lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina, ia menyebutnya sebagai operasi militer khusus.

Setelah dimulainya invasi, pasukan Rusia telah menembaki dan menghancurkan infrastruktur utama.

Selain itu, secara besar-besaran juga menyerang daerah pemukiman di kota-kota dan desa-desa Ukraina menggunakan artileri, roket, dan rudal balistik.

Darurat militer pun diberlakukan di Ukraina, bahkan mobilisasi umum turut diumumkan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved