Rabu, 29 April 2026

Penyakit Cacar Monyet

Kasus Monkeypox Dikonfirmasi di Singapura, Pasien Alami Ruam, Demam, Sakit Kepala

Singapura melaporkan kasus cacar monyet (monkeypox) pertama yang dikonfirmasi di Asia Tenggara sejak wabah itu ditemukan tahun ini.

Tayang:
medical xpress
Ilustrasi Monkeypox. Singapura melaporkan kasus cacar monyet (monkeypox) pertama yang dikonfirmasi di Asia Tenggara sejak wabah itu ditemukan tahun ini. Pasien melaporkan gejala ruam, sakit kepala, dan demam. 

Gejala awal biasanya seperti flu, seperti demam, menggigil, kelelahan, sakit kepala dan kelemahan otot, diikuti dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening, yang membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.

Penyakit ini kemudian berkembang menjadi ruam dan lesi yang dapat melepuh dan berkeropeng di seluruh tubuh - biasanya berlangsung dua hingga empat minggu.

Virus tersebut telah beredar selama puluhan tahun di beberapa tempat, termasuk sebagian Afrika Barat dan Tengah.

Tetapi wabah saat ini telah melihat lebih dari 2.500 kasus dilaporkan di lusinan negara di mana penyakit itu tidak dianggap endemik.

Australia, yang melaporkan kasus pertamanya pada 20 Mei, dan Amerika Serikat, di mana pada hari Jumat CDC telah melaporkan. lebih dari 110 kasus yang dikonfirmasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengatakan akan menghapus perbedaan antara negara-negara endemik dan non-endemik untuk mencerminkan "tanggapan terpadu."

"Kemunculan cacar monyet yang tidak terduga di beberapa daerah dengan tidak adanya hubungan epidemiologis dengan daerah yang secara historis melaporkan cacar monyet, menunjukkan bahwa mungkin ada penularan yang tidak terdeteksi untuk beberapa waktu," kata WHO dalam pembaruan baru -baru ini.

Baca juga: 20 Kasus yang Diduga Cacar Monyet atau Monkeypox di Pakistan Dinyatakan Negatif

Baca juga: Vaksin Monkeypox Bikin Saham Bavarian Nordic Bangkit Kembali

Ilustrasi monkeypox dan memakai masker
Ilustrasi monkeypox dan memakai masker (Freepik/CDC)

Vaksin Monkeypox

Diwartakan CNBC sebelumnya, ada 2 jenis vaksin yang kini dimiliki negara itu, namun opsi yang lebih disukai adalah vaksin yang memiliki pasokan lebih sedikit.

Jynneos merupakan vaksin dua dosis yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS pada 2019 untuk mencegah Monkeypox pada orang berusia 18 tahun ke atas.

Umumnya CDC merekomendasikan vaksin Jynneos dibandingkan pilihan lainnya yakni ACAM2000, yang merupakan vaksin cacar generasi tua yang dapat menimbulkan efek samping serius.

Pekan lalu, pejabat CDC Dr Jennifer McQuiston mengatakan bahwa AS memiliki 1.000 dosis Jynneos yang tersedia.

Dosis tersebut pun memiliki umur simpan selama 3 tahun.

Selain Jynneos, pemerintah AS juga memiliki persediaan lebih dari 100 juta dosis ACAM2000 yang diproduksi oleh Emergent BioSolutions.

Perlu diketahui, Jynneos dan ACAM2000 dapat diberikan sebelum maupun sesudah terpapar virus.

Pasien perlu menerima vaksin itu dalam waktu 4 hari setelah terpapar untuk mencegah timbulnya penyakit.

Berita lain terkait dengan Penyakit Cacar Monyet

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved