Kamis, 21 Mei 2026

Sri Lanka Bangkrut

Menteri Ini Minta Perdana Menteri Sri Lanka Mundur dari Jabatannya

Menteri Promosi Investasi Sri Lanka meminta Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mundur dari jabatan menteri keuangan

Tayang:
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Erik S
AFP
Menteri Promosi Investasi Sri Lanka meminta Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mundur dari jabatan menteri keuangan 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, COLOMBO - Menteri Promosi Investasi Sri Lanka, Dhammika Perera mengatakan Ranil Wickremesinghe harus segera mengundurkan diri dari kursi Menteri Keuangan dan jabatan Perdana Menteri.

Tidak hanya itu, ia meminta semua permainan politik yang dimainkan segera dihentikan.

Baca juga: Sri Lanka Bangkrut, Diprediksi Berlanjut Hingga 2023

Dikutip dari laman www.dailymirror.lk, Kamis (7/7/2022), seruannya agar pengunduran diri perdana menteri itu disampaikan dua hari setelah Wickremesinghe yang juga menjabat sebagai menteri keuangan, mengajukan proposal kepada kabinet.

Proposal itu diajukan untuk memulihkan iuran pajak yang terutang oleh operator kasino dan membawa amandemen legislatif memberlakukan kenaikan pajak yang diusulkan.

Perera pun memiliki kerajaan kasino yang sukses di negara tersebut.

Ia menekankan bahwa Wickremesinghe telah menghentikan semua proyek yang dapat mendatangkan dolar ke negara itu.

"Mulai hari ini dan seterusnya, saya telah memutuskan mempersiapkan diri untuk melakukan perjuangan. Sudah 7 hari sejak saya bergabung dengan pemerintah dan saya melihat apa yang terjadi di sini," kata Perera.

Menurutnya, Wickremesinghe tidak memiliki rencana untuk arus kas negara, ia tidak memiliki rencana memberi makan orang-orang di negara itu atau rencana mendatangkan dolar ke negara itu.

Baca juga: Perdana Menteri Wickremesinghe Akui Sri Lanka Bangkrut, Kini Negosiasi dengan IMF Sulit

"Saya memang punya masalah dengan jabatan PM-nya. Sebagai Menkeu, PM tidak boleh seenaknya membaca masalah rakyat saat ini. Kabinet telah memberikan persetujuan untuk visa ganda 10 tahun, yang diambil setelah menyelesaikan semua persyaratan terkait dokumen sebulan sebelumnya. Tapi ini sudah sebulan, dan proyek masih mandek di Perbendaharaan," tegas Perera.

Ia menilai ada kebiasaan Wickremesinghe menghentikan proyek karena membantu membawa dolar ke dalam negeri.

"Lebih dari 50 orang datang ke sini untuk mendapatkan visa setelah membayar 100.000 dolar AS, sedangkan 300 lainnya sedang dalam antrean. Jika kita melaksanakan proyek itu, 30 juta dolar AS akan dibawa ke negara ini bulan ini," jelas Perera.

Baca juga: Presiden Menghilang, Sementara Aksi Protes Tuntut PM Sri Lanka Mundur dari Jabatan

Mulai hari ini, kata dia, dirinya tidak akan membiarkan praktik semacam itu kembali terjadi di Sri Lanka.

"Saya yakin bahwa ia sedang merencanakan bencana. Ia tidak memiliki rencana untuk menyelesaikan krisis dolar saat ini dan semua tantangan ekonomi Sri Lanka terkait dengan krisis tersebut. Ia hanya berencana meminjam uang dari teman. Karena itu, ia tidak punya rencana untuk arus kas negara. Semua hal mengenai pendapatan dolar, pinjaman, keuangan penghubung, jalur kredit yang tersedia, dan jalur kredit penting ditunda olehnya. Oleh karena itu, untuk alasan tersebut, Wickremesinghe harus mengundurkan diri," papar Perera.

Perera pun menantang Wickremesinghe melakukan debat terbuka jika tidak mau lengser.

"Jika ia tidak mengundurkan diri, saya tantang dia untuk datang untuk debat media terbuka dengan para ekonomnya. Saya tidak akan membiarkan negara ini jatuh ke dalam bencana," pungkas Perera.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved