Jumat, 8 Mei 2026

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Mengundurkan Diri Setelah Ditinggal Puluhan Menterinya

PM Inggris Boris Johnson menyampaikan rencana pengunduran dirinya sebagai ketua partai konservatif dan juga PM Inggris.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON -  Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyampaikan rencana pengunduran dirinya sebagai ketua partai konservatif dan juga PM Inggris.

Namun dia memberi syarat akan tetap menjabat sebagai PM Inggris hingga Oktober 2022 nanti.

Pengunduran diri Boris disampaikan menyusul hampir seluruh menterinya terlebih dahulu mundur.

Kantor Perdana Menteri Inggris mengungkapkan Johnson akan mengumumkan pengunduran dirinya, Kamis (7/7/2022) waktu setempat.

“Perdana Menteri akan membuat pernyataan kepada negara hari ini,” bunyi pernyataan Juru Bicara Kantor Perdana Menteri Inggris dikutip dari BBC.

Baca juga: 50 Anggota Parlemen Inggris Mundur Termasuk 4 Menteri, Pemerintahan Boris Johnson di Ujung Tanduk

Kantor Perdana Menteri Inggris juga mengatakan Johnson telah berbicara dengan Sir Graham Brady, kepala dari Komite Konservatif 1922 mengenai keputusannya untuk mundur.

“Perdana Menteri telah berbicara dengan Graham Brady dan setuju untuk mundur hingga pemimpin baru ditempatkan pada konferensi di Oktober nanti,” ujar sumber tersebut.

Keputusan ini diambil Johnson menyusul mundurnya puluhan menteri Inggris dalam beberapa hari terakhir.

Apa yang dilakukan Johnson memantik dimulainya persaingan pemimpin Partai Konservatif.

Perdana Menteri yang baru akan ditunjuk bersamaan dengan Konferensi Partai Konservatif pada Oktober mendatang.

Kasus Johnson

Johnson menghadapi tuduhan berbulan-bulan, termasuk bahwa ia berbohong selama krisis Covid-19.

Skandal terakhir yang menerpanya melibatkan wakil ketua Partai Konservatif, Chris Pincher, yang dipaksa mengundurkan diri minggu lalu di tengah tuduhan mabuk di sebuah klub swasta dan meraba-raba dua orang.

Tuduhan lain dari pelanggaran seksual Pincher terjadi lagi, termasuk salah satunya dari 2019, ketika Pincher bertugas di kantor asing.

Hal ini langsung menimbulkan pertanyaan: Apakah Johnson tahu hal itu dan apakah ia mempromosikan Pincher seorang loyalisnya, menjadi wakil kepala meskipun ada tuduhan itu.

Johnson meminta maaf pada Selasa (5/7/2022) karena menunjuk Pincher, mengatakan itu adalah "kesalahan".

Tapi sepertinya sudah terlambat.

Sebanyak 50 pejabat terdiri dari menteri dan pejabat tinggi lainnya mengundurkan diri dalam beberapa hari terakhir.

Sumber: BBC/Kompas.TV/Kompas.com

Sumber: Kompas TV
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved