Sabtu, 25 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

8 Ledakan Guncang Lapangan Udara Belarusia yang Diduga Jadi Pangkalan Rusia

Delapan ledakan mengguncang lapangan udara Belarusia di Ziabrovka yang diduga menjadi pangkalan Rusia.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
Twitter Belarusian Hajun @MotolkoHelp
Sebuah tank T-72, radar 92N6E dan amunisi mungkin telah dihancurkan pada malam hari di Ziabrauka. 

TRIBUNNEWS.COM - Ledakan mengguncang lapangan udara militer di Belarusia yang diduga menjadi tempat pesawat Rusia, Newsweek melaporkan.

Saluran media sosial yang mengikuti perang Ukraina, Belarusian Hajun mengatakan di Twitter, ledakan terjadi di dekat lapangan udara di Ziabrovka, di wilayah Gomel.

Setidaknya ada delapan ledakan dalam semalam pada Rabu (10/8/2022).

Kementerian Pertahanan Belarus membantah kabar mengenai ledakan tersebut.

Kementerian justru mengatakan sekira pukul 11 malam waktu setempat sebuah kendaraan terbakar setelah mesinnya diganti dan tidak ada yang terluka.

Namun Belarusian Hajun men-tweet apa yang dikatakannya sebagai video salah satu ledakan yang direkam pada jarak 16 mil (sekira 25 kilometer) dari lapangan udara.

Baca juga: Anggap Dolar AS Mata Uang Beracun, Rusia dan Turki Lakukan Transaksi Pembayaran Gas Dengan Rubel

Dalam video itu terlihat kilatan besar yang tidak tampak seperti 'kebakaran mesin'.

Lebih lanjut, citra satelit yang diambil pada akhir Juni menunjukkan keberadaan peralatan militer Rusia di Ziabrovka, yang berbatasan dengan wilayah Chernihiv Ukraina.

Wartawan Belarus juga telah melacak pergerakan peralatan tersebut sejak musim semi, outlet berita independen berbahasa Rusia Meduza melaporkan.

Pada 7 Juli, angkatan bersenjata Ukraina mengatakan Belarus telah memindahkan lapangan terbang ke Rusia dan langkah-langkah sedang diambil untuk melengkapi pangkalan militer Rusia di sana.

Kementerian Pertahanan Belarus sebelumnya melaporkan bahwa latihan tembakan langsung akan diadakan dari 9 Agustus hingga 25 Agustus, meskipun lokasi pastinya tidak disebutkan dan tidak jelas apakah ledakan itu terkait dengan mereka, Meduza menambahkan.

Franak Viačorka, seorang penasihat senior untuk pemimpin oposisi Belarus Sviatlana Tsikhanouskaya, men-tweet telah terjadi setidaknya delapan ledakan di lapangan terbang dekat perbatasan Ukraina di mana pesawat militer Rusia sering ditempatkan.

Dia menambahkan sejauh ini, tidak ada konfirmasi apakah ledakan ini terkait dengan latihan militer yang dilakukan oleh tentara Rusia dan Belarus di wilayah Belarus.

Ukraina menyatakan bahwa ledakan yang dilaporkan bisa saja dilakukan oleh warga Belarus yang mendukung pasukan Kyiv.

Yuriy Ignat, juru bicara Komando Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan pihaknya tahu mereka yang meledakkan pangkalan udara itu adalah orang-orang yang sangat baik.

Video handout yang diambil dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Februari 2022, menunjukkan peluncur roket ganda Grad menembaki target musuh tiruan selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Angkatan Bersenjata Negara Serikat. - Delapan ledakan mengguncang lapangan udara Belarusia di Ziabrovka yang diduga menjadi pangkalan Rusia.
Video handout yang diambil dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Februari 2022, menunjukkan peluncur roket ganda Grad menembaki target musuh tiruan selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Angkatan Bersenjata Negara Serikat. - Delapan ledakan mengguncang lapangan udara Belarusia di Ziabrovka yang diduga menjadi pangkalan Rusia. (AFP/-)

Baca juga: Rusia Enggan Akui Serangan Ukraina Hancurkan 9 Pesawatnya di Krimea, Sebut Itu Ulah Perokok Ceroboh

"Kami tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan cerdas yang telah membantu negara kami," kata Ignat kepada Belsat TV.

"Dan kami hanya berterima kasih kepada saudara-saudara Belarusia, yang akan membantu Ukraina mengalahkan penjajah dan mengusir mereka dari tanah kami. Dan dari tanah Anda juga," tambah Ignat menurut Belarusian Hajun.

Newsweek menghubungi Kementerian Luar Negeri Belarus dan Kementerian Pertahanan Rusia untuk memberikan tanggapan.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko telah mengizinkan militer Rusia menggunakan wilayah negaranya untuk melancarkan serangan ke Ukraina sejak awal invasi Putin pada 24 Februari.

Tsikhanouskaya mengatakan minggu ini bahwa segera setelah perang dimulai, Belarus terlibat dalam tindakan sabotase terhadap rute pasokan penting Rusia.

"Partisan kereta api memperlambat transportasi militer dan informasi diberikan kepada pasukan Ukraina tentang pangkalan dari mana rudal Rusia ditembakkan," kata Tsikhanouskaya kepada kantor berita Jerman DPA.

Dia mengatakan Belarus akan melakukan perlawanan yang kuat terhadap segala upaya Lukashenko untuk menyeret negara itu ke dalam partisipasi penuh dalam perang.

"Gerakan partisan kami akan menyabotase ini. Perintah akan ditolak," katanya kepada outlet tersebut.

Ini bukan pangkalan udara Rusia pertama yang dilaporkan diserang minggu ini.

Pada hari Selasa, pangkalan udara Saky di Krimea yang diduduki Rusia diguncang ledakan.

Kyiv belum secara terbuka mengklaim bertanggung jawab, tetapi angkatan bersenjata Ukraina mengejek Rusia atas ledakan itu.

Baca juga artikel lain terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved