China dan Taiwan Memanas

Jepang Serius Pertimbangkan Aturan Mengungsi Bagi Warganya Jika Terjadi Perang

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan dengan serius untuk membuat peraturan mengenai pengungsian bagi warganya jika terjadi perang.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yoshitaka Shindo, Wakil Ketua Bidang Politik Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang mengungkapkan Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan dengan serius untuk membuat peraturan mengenai pengungsian bagi warganya jika terjadi perang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan dengan serius untuk membuat peraturan mengenai pengungsian bagi warganya jika terjadi perang.

Hal ini dilakukan menanggapi semakin memanasnya ketegangan antara China dan Taiwan yang dikhawatirkan akan berimbas pula sampai ke Jepang.

"Ancaman China dengan jatuhnya peluru kendalinya di dalam wilayah Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang baru-baru ini sangat besar," papar Yoshitaka Shindo (64), Wakil Ketua Bidang politik Partai Demokrat Liberal (LDP) sekaligus mantan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang dalam acara The Prime di Fuji TV, Minggu (14/8/2022).

Oleh karena itu kata Yoshitaka Shindo, sudah waktunya Jepang akan membuat berbagai persiapan pengungsian, untuk mengantisipasi jika terjadi perang yang dimulai dari selatan dengan perbatasan Taiwan yang kemungkinan diserang China hingga sampai ke wilayah Jepang.

Baca juga: China Kirim Jet Tempur dan Pesawat Pengebom ke Thailand saat AS Latihan Tempur di Indonesia

Sebab jarak antara pulau milik Jepang Yonagunijima dengan Taiwan hanya berjarak 110 kilometer.

"Saat ini kita punya peraturan pengungsian apabila terjadi bencana alam, bukan karena Jepang. Tetapi peraturan pengungsian apabila Jepang mengalami perang belum dimiliki Jepang dan kita serius menggarap peraturan itu apabila terjadi perang dan terjadi pengungsian," tambah Shindo.

Keprihatinan mendalam warga Jepang akan adanya perang terutama dengan negara tetangga seperti China semakin besar.

Dari survei yang dilakukan Fuji TV, Minggu (14/8/2022) pagi ini ditanggapi oleh 42.937 orang responden.

Hasilnya 76 persen responden menyatakan sangat prihatin dengan kondisi saat ini dan mengkhawatirkan soal keamanan di masa depan antara Jepang dengan negara tetangga seperti China dan Korea Utara.

Lalu sebanyak 17 persen menyatakan tidak tahu apa yang akan terjadi dan 7 persen menyatakan hubungan Jepang dengan negara tetangga akan semakin baik.

Dari lima peluru kendali yang diluncurkan China dalam latihan perang yang diakhiri Rabu (10/8/2022) lalu, satu peluru kendali China jatuh di dalam ZEE Jepang dan pemerintah Jepang mengirimkan nota protes keras atas kejadian tersebut.

Para nelayan di Okinawa pun semakin prihatin dengan ketegangan antara China dan Taiwan akan meluas hingga ke Jepang.

Baca juga: Latvia dan Estonia Putus Hubungan Kerja Sama dengan China Saat Hubungan Beijing-Taipei Memanas

"China memang payah sekali. Hari ini saja (14/8/2022) masuk lagi kapal laut militer China ke wilayah Senkaku milik Jepang dan sempat dimonitor serta diusir keluar oleh kapal penjaga lain (MSDF) Jepang," papar Shindo lebih lanjut.

Ketegangan antara China dan Jepang diperkirakan Shindo akan terus berlangsung dan bukan tidak mungkin akan menjadi perang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved