Iran Vs Amerika Memanas
AS Dikabarkan Akhiri Gencatan Senjata Iran pada Minggu, Pengamat: Pasti Ada Kejutan dari Amerika
Pengamat mengatakan, Amerika saat ini sedang berusaha seolah-olah bahwa mereka memang sedang melakukan gencatan senjata.
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan laporan media Israel, KAN, Pemerintah AS dikabarkan telah memberitahu Israel bahwa masa berlaku gencatan senjata dengan Iran akan berakhir pada Minggu (26/4/2026).
- Menurut Faisal, Amerika saat ini sedang berusaha seolah-olah bahwa mereka memang sedang melakukan gencatan senjata.
- Oleh karena itu, Faisal menduga bahwa Amerika maupun Israel kini sedang menyiapkan kejutan untuk Iran nanti.
TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menilai Amerika Serikat (AS) akan memberikan kejutan kepada Iran, setelah adanya gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata kali ini tidak memiliki batas waktu, tapi blokade pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan oleh militer AS.
Adapun, gencatan senjata AS dan Iran pertama kali dilakukan pada 7 April dan akan berakhir pada Rabu (22/4/2026), sebelum akhirnya diperpanjang oleh Trump.
Sementara itu, pihak Iran menyatakan pengumuman sepihak dari Trump itu tidak berarti bagi mereka.
Kemudian, berdasarkan laporan media Israel, KAN, Pemerintah AS dikabarkan telah memberitahu Israel bahwa masa berlaku gencatan senjata dengan Iran akan berakhir pada Minggu (26/4/2026).
Kabar ini mencuat menyusul langkah Trump yang menetapkan tenggat bagi Teheran untuk mengajukan proposal kesepakatan baru. KAN melaporkan pada Rabu (22/4/2026) bahwa para pejabat AS telah menyampaikan pesan tersebut kepada Tel Aviv.
Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, Trump dilaporkan lebih memilih untuk mencapai "pemahaman" cepat dengan Iran daripada terlibat dalam negosiasi yang berlarut-larut tanpa kepastian.
Namun, pihak Israel pesimistis akan adanya kemajuan signifikan dalam waktu dekat.
Menurut Faisal, Amerika saat ini sedang berusaha seolah-olah bahwa mereka memang sedang melakukan gencatan senjata.
Apalagi, gencatan senjata tanpa batas waktu itu sebelumnya diumumkan secara sepihak oleh Trump.
"Seperti bocoran Israel maupun laporan CNN, ternyata (Amerika) sedang mempersiapkan serangan tiba-tiba. Ini mirip ketika terjadinya perang di awal, ketika terjadi perundingan nuklir antara Iran dengan Amerika, ternyata tiba-tiba Amerika dengan Israel sudah mempersiapkan serangan itu yang dilancarkan pada 28 Februari," jelasnya, Jumat (24/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Israel-Lebanon 3 Pekan, Jalur Damai Iran Dipertaruhkan
"Nah, itu serangan itu kan dimulai dengan informasi intelijen di lapangan, dari Mossad yang dilaporkan kepada Netanyahu bahwa memang akan ada pertemuan antara pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan para petinggi keamanannya," tambah Faisal.
Oleh karena itu, Faisal menduga bahwa Amerika maupun Israel kini sedang menyiapkan kejutan untuk Iran nanti.
Meski demikian, Faisal mengatakan bahwa sejak hari pertama perang, Iran tidak akan pernah gentar dengan serangan Amerika atau Israel.