Banjir Pakistan: 1.000 Tewas, Jutaan Terkena Dampak 'Kengerian Perubahan Iklim'

pejabat Pakistan mengatakan pada hari Minggu kemarin bahwa kematian akibat banjir yang meluas di negara itu telah mencapai 1.000 orang

AFP/ASIF HASSAN
Anak-anak menggunakan rakit untuk berjalan di daerah banjir setelah hujan muson lebat di pinggiran Sukkur, provinsi Sindh, pada 27 Agustus 2022. - Ribuan orang yang tinggal di dekat sungai yang banjir di utara Pakistan diperintahkan untuk mengungsi pada Agustus 27 ketika korban tewas akibat hujan monsun yang menghancurkan mendekati 1.000 tanpa akhir yang terlihat. (Photo by Asif HASSAN / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, ISLAMABAD - Para pejabat Pakistan mengatakan pada hari Minggu kemarin bahwa kematian akibat banjir yang meluas di negara itu telah mencapai 1.000 orang sejak pertengahan Juni 2022.

Pernyataan ini disampaikan saat Menteri Iklim negara itu menyebut musim hujan yang mematikan sebagai 'bencana iklim yang serius'.

Dikutip dari laman Euronews, Senin (29/8/2022), banjir bandang akibat hujan lebat telah menghanyutkan desa-desa dan tanaman saat tentara serta tim SAR mengevakuasi penduduk yang terdampar ke kamp-kamp bantuan yang aman dan menyediakan makanan bagi ribuan orang Pakistan yang terlantar.

Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan melaporkan bahwa korban tewas mencapai 1.061 orang sejak musim hujan dimulai lebih awal dari biasanya pada tahun ini, yakni pada pertengahan Juni.

Seorang senator Pakistan dan pejabat tinggi iklim negara itu, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di Twitter bahwa Pakistan sedang mengalami 'bencana iklim yang serius, salah satu yang paling sulit dalam dekade ini'.

Baca juga: Banjir Dahsyat, Pakistan Butuh Bantuan Internasional  

Permohonan bantuan internasional

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shahbaz Sharif telah meminta bantuan internasional dalam memerangi kerusakan akibat banjir yang mematikan di negara yang miskin itu.

Ia mengatakan bahwa 33 juta orang atau sekitar 15 persen dari populasi negara itu telah terkena dampak banjir.

Dirinya bahkan menyalahkan 'kengerian perubahan iklim' yang melanda Pakistan.

Menanggapi seruan Sharif untuk bantuan internasional, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pun merencanakan seruan kilat 160 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk sumbangan yang akan diluncurkan pada 30 Agustus besok.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved