Virus Corona

Joe Biden Sebut Pandemi Covid-19 di Amerika Serikat Berakhir, Begini Tanggapan Ahli Epidemiologi

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru-baru berkata jika pandemi covid-19 di AS sudah berakhir, begini komentar pakar epidemiologi.

Editor: Wahyu Aji
Stefani Reynolds / AFP
Presiden AS Joe Biden memberikan sambutan selama Layanan Peringatan Petugas Perdamaian Nasional di US Capitol di Washington, DC, pada 15 Mei 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru-baru berkata jika pandemi Covid-19 di AS sudah berakhir.

Terkait hal ini, Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman pun memberikan tanggapan. 

Menurutnya, apa yang diungkapkan oleh Joe Biden bersifat pribadi. Pernyataan tersebut belum memiliki dasar yang kuat secara indikator.

"Pernyataan presiden Amerika Serikat yang mengatakan bahwa pandemi sudah berakhir sebetulnya lebih bersifat pernyataan pribadi. Karena belum memiliki dasar yang kuat secara indikator pandemi," ungkapnya pada Tribunnews, Kamis (22/9/2022). 

Ia pun menekankan jika pandemi adalah wabah global yang menimpa semua negara di dunia. Berakhirnya pandemi tidak bisa ditentukan oleh suatu negara. 

Meskipun pernyataan tersebut dikeluarkan oleh negara besar seperti Amerika. Karena dampak dari pandemi ini bukan hanya Amerika saja. 

Di sisi lain, Dicky pun menyebutkan jika Amerika adalah negara yang memiliki dampak karena pandemi.

"Sekali lagi status pandemi itu tidak ditentukan akhir atau awalnya oleh pernyataan suatu kepala negara. Walau pun kepala negara maju sekali pun. Karena bicara status pandemi ada indikator yang lebih tepat secara legal," tegasnya.

Indikator berada di bawah International Health Regulation. Dicky pun mengatakan jika perubahan status Public Health Emergency International Concern ada di bawah otorisiasi WHO.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved