Minggu, 3 Mei 2026

YouTuber Inggris Yang Top di Jepang Malahan Stres Kalau Pakai TikTok

Christ yang memiliki subscriber hampir 3 juta orang itu mengaku ingin bebas dalam membuat dan mempromosikan Jepang ke luar negeri lewat YouTubenya

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Christ Broad (32) kelahiran Kent Inggris sudah 10 tahun berada di Jepang kini sebagai YouTuber 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - YouTuber asing Christ Broad (32) kelahiran Kent Inggris yang tiba di Jepang 2012, mengaku malahan jadi stres dan tidak akan memakai TikTok dalam mempromosikan Jepang dan juga akan merasa stres kalau disuruh membuat film pendek begitu.

"Tidak akan saya pakai TikTok, stres saya kalau buat film harus pendek begitu," papar Christ kemarin (6/10/2022) di klub wartawan asing Jepang (FCCJ).

Christ yang memiliki subscriber hampir 3 juta orang itu mengaku ingin bebas dalam membuat dan mempromosikan Jepang ke luar negeri lewat YouTubenya.

"Kebanyakan penonton channel YouTube saya dari Amerika, Eropa dan Australia, negara-negara berbahasa Inggris dan sisanya dari Asia," tambahnya.

Christ juga melihat kalau suatu waktu nantinya YouTube juga harus memperpendek tayangan film dia juga akan merasa stres mungkin.

Tayangan video promosi mengenai Jepang dari Christ juga tidak sedikit yang mengundang pro serta kontra dari pemirsanya.

"Ada yang kesal bahkan meminta saya mendingan disuruh pulang kembali ke negara saya daripada di Jepang karena filmnya seolah menjelekkan Jepang. Saya terima pro kontra tersebut. Namun umumnya komentar-komentar itu jarang saya baca. Pemirsa bebas memberikan komentar."

Berawal datang ke Jepang mengikuti program JET belajar bahasa Jepang tahun 2012 ke Yamagata di utara Jepang.

"Sebelumnya saya belajar pembuatan video dan sempat bekerja berbagai macam saat tiba di jepang. Saya tidak mau menyebut diri sebagai wartawan tetapi lebih baik Youtuber karena beda ya," tekannya lagi.

Mengingat subscribernya banyak sekali, terbanyak di Jepang channelnya yang hanya mempromosikan pariwisata Jepang, hampir 3 juta orang, salah satu Youtube nya sempat dilihat sekitar 16 juta kali oleh pemirsa.

"Karena banyak pemirsa saya, memang harus hati0hati sekali saya dalam memberikan komentar dan membuat serta menyajikannya."

 Yang pasti, tekannya, "Saya tidak bicara bohong. Oleh karena itu selalu saya tekankan, ini opini saya mengenai Jepang. Munghkin saja orang lain beda opini saya tidak tahu."

Salah satu yang membuat pro serta kontra banyak penontonya adalah video "12 hal tidak lakukan ini di Jepang".

"Ada komentar yang cukup tajam dan mengatakan tidak semuanya benar yang disajikan di sana. Ya tidak apa-apa karena video itu ya opini saya," jelasnya lagi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved