Konflik Rusia Vs Ukraina

Polisi Ukraina Temukan 534 Mayat Warga Sipil di Kharkiv dan Puluhan Ruang Penyiksaan Rusia

Polisi Ukraina menemukan 534 mayat warga sipil di Kharkiv dan puluhan tersangka "ruang penyiksaan" Rusia.

Penulis: Rica Agustina
AFP/JUAN BARRETO
Seorang pengendara sepeda bersepeda di jalan di Balakliya, wilayah Kharkiv, pada 10 September 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. - Polisi Ukraina menemukan 534 mayat warga sipil di Kharkiv dan puluhan tersangka "ruang penyiksaan" Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi Ukraina menemukan 534 mayat warga sipil di Kharkiv, wilayah timur laut negara itu yang baru-baru ini direbut kembali dari pasukan Rusia.

Situs pemakaman baru juga ditemukan di Donetsk ketika pasukan Ukraina berhasil membebaskan lebih banyak tanah di timur laut.

Banyak tampaknya berisi sisa-sisa warga sipil yang kehilangan nyawa mereka selama beberapa bulan penembakan dan peluncuran roket.

"Kami menemukan mayat 534 warga sipil dari wilayah yang tidak diduduki di wilayah Kharkiv saja," kata Serhii Bolnivov, kepala departemen investigasi polisi regional.

Mayat-mayat itu termasuk 226 wanita dan 19 anak-anak, tambah Bolvinov.

Sebanyak 447 mayat ditemukan di tempat yang dia gambarkan sebagai "situs pemakaman massal" di Kota Izium, yang dibebaskan pasukan Ukraina dari pendudukan Rusia pada awal September.

Baca juga: Ledakan Besar Terjadi di Jembatan Terpanjang di Eropa yang Hubungkan Rusia dengan Krimea

Pasukan Rusia telah menggunakan Izium sebagai landasan peluncuran untuk serangan ke selatan ke wilayah Donetsk.

Bolvinov juga menuduh bahwa lebih dari dua puluh tersangka "ruang penyiksaan" Rusia telah ditemukan di wilayah tersebut.

"Di hampir semua kota besar dan kecil, di mana unit militer tentara Rusia bermarkas, mereka mendirikan tempat penahanan warga sipil dan tawanan perang dan menyiksa mereka," katanya, menyebutkan satu di kota Pisky-Radkivski.

"Ini adalah ruang penyiksaan ke-22 yang kami temukan dan periksa di wilayah yang tidak diduduki di wilayah Kharkiv," kata Bolvinov.

Dia mengatakan teknik penyiksaan yang paling umum adalah disetrum listrik dan dipukuli dengan tongkat dan benda lain.

Ada juga kasus paku yang dicabut dan penggunaan masker gas untuk membatasi pernapasan.

Bolvinov mengatakan ada juga proses pidana yang sedang berlangsung terkait tuduhan pemerkosaan.

"Kami memahami bahwa sangat sulit bagi para korban untuk bersaksi tentang fakta-fakta seperti itu," katanya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved