Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Dilanda Pemadaman Listrik Massal akibat Tembakan Rudal Rusia

Semakin banyak wilayah Ukraina yang dilanda pemadaman listrik akibat serangan rudal Rusia di pusat pembangkit energi.

Tayang:
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
REUTERS/Pavlo Palamarchuk
Suasana rumah warga Ukraina saat terjadi pemadaman listrik. Pihak Ukraina melakukan pembatasan pasokan listrik secara nasional usai pembangkit listriknya diserang Rusia. - Semakin banyak wilayah Ukraina yang dilanda pemadaman listrik akibat serangan rudal Rusia di pusat pembangkit energi. 

Setidaknya setengah pembangkit listrik termal dan hingga 40 persen dari seluruh sistem telah dihantam rudal-rudal ini.

Seorang pria jatuh ke tanah setelah serangan pesawat tak berawak di Kyiv pada 17 Oktober 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
Seorang pria jatuh ke tanah setelah serangan pesawat tak berawak di Kyiv pada 17 Oktober 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. - Semakin banyak wilayah Ukraina yang dilanda pemadaman listrik akibat serangan rudal Rusia di pusat pembangkit energi. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

Pejabat di beberapa daerah pada Sabtu (22/10/2022) melaporkan serangan terhadap fasilitas energi dan pemadaman listrik ketika para insinyur bergegas untuk memulihkan jaringan.

Gubernur mengimbau warga untuk menimbun air.

Lebih dari satu juta orang tanpa listrik, kata penasihat presiden Kyrylo Tymoshenko.

Beberapa bagian dari Kyiv mengalami pemadaman listrik hingga malam hari, dan seorang pejabat kota memperingatkan serangan rudal dapat membuat ibu kota Ukraina tanpa listrik dan panas selama "beberapa hari atau minggu".

Pembantu presiden, Mykhailo Podolyak, mengatakan Moskow ingin menciptakan gelombang baru pengungsi ke Eropa dengan serangan itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba mengatakan di Twitter bahwa serangan tersebut merupakan genosida.

Moskow sendiri mengakui menargetkan infrastruktur energi, tetapi menyangkal menargetkan warga sipil.

Zelensky, dalam video pidato malamnya, mengatakan serangan baru dari Rusia mempengaruhi wilayah di barat, tengah dan selatan Ukraina.

"Tentu saja kami tidak memiliki kemampuan teknis untuk menjatuhkan 100 persen rudal Rusia dan menyerang drone. Saya yakin bahwa, secara bertahap, kami akan mencapainya, dengan bantuan dari mitra kami. Sekarang, kami telah menjatuhkan mayoritas rudal jelajah, mayoritas drone," kata dia.

Pasukan Ukraina telah menjatuhkan 20 rudal dan lebih dari 10 pesawat tak berawak Shahed buatan Iran pada hari Sabtu.

Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, 4 wilayah yang akan mengadakan referendum
Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, 4 wilayah yang mengadakan referendum untuk gabung Rusia. - Semakin banyak wilayah Ukraina yang dilanda pemadaman listrik akibat serangan rudal Rusia di pusat pembangkit energi. (Graeme Bruce/CBC News)

Baca juga: Militer Rusia Bangun Parit Pertahanan Anti Tank Antisipasi Serangan Balik Ukraina

Baca juga: Digertak Barat, Filipina Batal Beli 16 Helikopter Mi-17 dari Rusia

Komando angkatan udara sebelumnya mengatakan 33 rudal telah ditembakkan ke Ukraina, dengan 18 di antaranya ditembak jatuh.

Tidak ada perkembangan baru yang dilaporkan mengenai bendungan PLTA Nova Kakhovka.

Zelensky pada Jumat lalu mendesak Barat untuk memperingatkan Moskow agar tidak meledakkan bendungan yang dikendalikan Rusia di Dnipro.

Rusia menuduh Kyiv meroket bendungan dan berencana untuk menghancurkannya.

Di sisi lain, Ukraina menilai Rusia ingin menghancurkan PLTA itu lalu menyalahkan Kyiv.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved