Breaking News:

Korban Tewas Jembatan Ambruk di India Bertambah, Menlu Retno Sampaikan Ungkapan Duka Cita

Menteri Luar Negeri Indonesia, Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan ungkapan duka cita atas tragedi ambruknya jembatan Morbi di India.

Editor: Wahyu Aji
AFP/SAM PANTHAKY
Pekerja memindahkan bagian dari jembatan gantung (C) setelah struktur runtuh di seberang sungai Machchhu di Morbi, sekitar 220 km dari Ahmedabad, awal 31 Oktober 2022. - Sedikitnya 75 orang tewas pada 30 Oktober di India setelah hampir Jembatan pejalan kaki era kolonial berusia 150 tahun runtuh, menyebabkan puluhan orang jatuh ke sungai di bawahnya. (Photo by SAM PANTHAKY / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan ungkapan duka cita atas tragedi ambruknya jembatan Morbi di India.

"Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas hilangnya nyawa secara tragis akibat runtuhnya jembatan Morbi di India. Berdoa untuk pemulihan yang cepat bagi mereka yang terluka," kata Menlu melalui unggahannya di Twitter, Senin (31/10/2022).

Reuters melaporkan jumlah korban tewas akibat ambruknya jembatan di Morbi, Gujarat, India naik menjadi 135 orang dalam operasi pencarian hari ketiga pada Selasa (1/11/2022).

Seorang pejabat administrasi senior di Morbi, mengatakan satu orang yang sempat dirawat di Rumah Sakit meninggal dunia, yang menambah jumlah korban tewas.

"Satu orang yang terluka dalam insiden itu dan dirawat di rumah sakit meninggal karena luka-lukanya, sehingga jumlah korban menjadi 135," GT Pandya, seorang pejabat administrasi senior di Morbi, mengatakan kepada Reuters.

Jembatan gantung era kolonial di atas sungai Machchhu di Morbi penuh sesak dengan wisatawan ketika jembatan itu rusak pada Minggu malam, yang membuat orang-orang terjun sekitar 10 meter (33 kaki) ke dalam air. 

Saat itu momentum dimana banyak warga kota merayakan festival Diwali dan Chhath Puja.

Pihak berwenang mengatakan mereka percaya bahwa sekitar 200 orang berada di jembatan ketika runtuh. 

"Operasi pencarian telah dimulai lagi hari ini. Kami yakin satu orang hilang saat ini," lanjutnya.

Penduduk setempat di lokasi jembatan yang rusak pada hari Selasa mengatakan kepada Reuters, mereka percaya bahwa ada lebih dari 200 orang berada di jembatan dan khawatir jumlah korban tewas dapat meningkat lebih lanjut.

Polisi India menangkap sembilan orang pada hari Senin atas tuduhan pembunuhan bersalah yang tidak sama dengan pembunuhan. 

Mereka yang ditangkap termasuk petugas tiket yang dituduh membiarkan terlalu banyak orang naik ke jembatan dan kontraktor yang bertanggung jawab atas pekerjaan perbaikan. 

Perdana Menteri India Narendra Modi, yang berasal dari Gujarat dan pernah menjadi kepala menteri negara bagian itu selama hampir 13 tahun, akan mengunjungi kota industri itu di kemudian hari. 

Modi, yang telah berkeliling negara bagian yang memiliki pemilihan yang dijadwalkan awal tahun depan, diperkirakan akan mengunjungi lokasi bencana dan rumah sakit Morbi, kata para pejabat.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Insiden Jembatan Runtuh di India Bertambah Jadi 135 Orang

Ungkapan duka juga disampaikan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

Biden turut menyampaikan duka atas banyaknya korban dalam peristiwa tersebut, termasuk banyak di antaranya adalah anak-anak. 

"Di masa sulit ini, kami akan terus berdiri dan mendukung rakyat India," kata Biden dalam sebuah pernyataan. (*)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved