Seperti Itaewon, Potensi Bahaya juga Ada di Kereta Bawah Tanah Seoul yang Ramai

Pemerintah Metropolitan kota Seoul mengatakan akan mempekerjakan para ahli untuk menganalisis potensi bahaya di stasiun kereta bawah tanah

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Wahyu Aji
AFP/JUNG YEON-JE
Orang-orang melihat lokasi peristiwa Halloween 29 Oktober di distrik Itaewon yang populer di ibu kota di Seoul pada 30 Oktober 2022. - Lebih dari 150 orang tewas dan lebih banyak lagi terluka dalam penyerbuan di acara Halloween yang penuh sesak di pusat kota Seoul pada malam hari 29 Oktober, kata para pejabat, dalam salah satu kecelakaan masa damai terburuk Korea Selatan. (Photo by Jung Yeon-je / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Pemerintah Metropolitan kota Seoul mengatakan akan mempekerjakan para ahli untuk menganalisis potensi bahaya di stasiun Kereta Bawah Tanah yang terkenal memiliki kepadatan penumpang yang tinggi.

Seperti Stasiun Sindorim, Stasiun Sadang, Stasiun Jongno 3-ga, dan stasiun utama Jalur No. 9 yang terkenal ramai.

"Setelah analisis, Seoul akan mengejar rencana seperti memperkuat rute (untuk penumpang, bersama dengan fasilitas keselamatan), mengamankan area untuk evakuasi, dan memasang CCTV untuk tujuan pemantauan," kata seorang pejabat Seoul.

Dikutip dari laman www.koreaherald.com, Jumat (4/11/2022), laporan terbaru menunjukkan bahwa beberapa gerbong kereta bawah tanah secara teoritis sepadat gang sempit tempat tragedi mematikan Halloween di Itaewon terjadi.

Menurut webzine oleh Seoul Metro, kereta bawah tanah tersibuk di kota adalah antara Stasiun Guro dan Stasiun Guil pada pukul 18.40, yang memiliki tingkat kemacetan 252 persen.

Artinya jumlah penumpang melebihi kapasitas maksimal 160 per mobil sebesar 252 persen atau setara dengan sekitar 403 per mobil.

Dengan memperhitungkan ukuran rata-rata sebuah gerbong kereta bawah tanah , 60,84 meter persegi, ini akan sama dengan 6,6 orang per meter persegi.

Selama tragedi Itaewon, diperkirakan ada sekitar 5,6 hingga 6,6 orang per meter persegi.

Beberapa warga Seoul mengklaim bahwa tragedi Itaewon telah mengubah cara orang bertindak di stasiun kereta bawah tanah yang sibuk.

Seseorang dengan nama Twitter @iamimg pada hari Minggu lalu mengklaim bahwa orang-orang bertindak dengan cara yang tidak biasa di Stasiun Universitas Konkuk, stasiun transfer untuk Jalur No. 2 dan Jalur No. 7 serta salah satu stasiun tersibuk di kota.

Baca juga: Gara-gara Tragedi Itaewon, Korea Selatan Giatkan Pelatihan CPR dalam Kurikulum Pendidikan Nasional

"Itu membuatku merinding, bagian transit biasanya neraka, macet dengan orang-orang yang turun dan naik. Tapi hari ini, orang-orang sedang menunggu di tangga dengan celah diantara mereka," cuit @iamimg.

Sumber

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved