36 Jet Tempur dan Pesawat Pengebom Militer China Terbang di Dekat Taiwan

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan militer China menerbangkan 36 jet tempur dan pesawat pengebom di dekat wilayahnya.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Arif Fajar Nasucha
AFP
Sebuah jet militer China terbang di atas pulau Pingtan pada 6 Agustus 2022. - Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan militer China menerbangkan 36 jet tempur dan pesawat pengebom di dekat wilayahnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan militer China menerbangkan 36 jet tempur dan pesawat pengebom di dekat wilayahnya, AP News melaporkan.

Sepuluh pesawat pada Sabtu (12/11/2022) terbang melintasi garis median di Selat Taiwan yang memisahkan pulau itu dari daratan, kata kementerian itu.

Dikatakan penerbangan tersebut termasuk enam pesawat Shenyang J-11 dan empat pesawat J-16.

Pada hari Sabtu, militer Taiwan juga melihat empat pesawat tempur Chengdu J-10, sebuah pesawat perang antikapal selam Y-8 dan tiga pembom H-6 di barat daya pulau itu, kata Kementerian Pertahanan Taiwan di situsnya.

Tiga drone China juga terdeteksi pada hari Sabtu.

Sementara itu pada Sabtu (5/11/2022) Kementerian Pertahanan Taiwan juga mendeteksi satu pesawat yang diduga melintasi Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taipei.

Baca juga: Deteksi Kapal Perang China, Taiwan Langsung Kerahkan Jet dan Sistem Rudal Untuk Menghalau

Bertentangan dengan tuduhan Senator Amerika Serikat (AS) Robert Menendez, yang mengunjungi Taiwan April lalu, jet tempur China tidak melintasi wilayah udara Taiwan.

ADIZ meluas jauh melampaui wilayah Taipei, mencakup wilayah di mana Taiwan memantau pesawat untuk tujuan keamanan.

China telah meningkatkan latihan militer di wilayah sekitar Taiwan sejak Agustus, ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi menentang peringatan Beijing untuk tidak mengunjungi Taipei.

Menanggapi pertikaian tersebut, China memutuskan hubungan militer dan iklim dengan AS dan melakukan latihan perang di Selat Taiwan.

China telah berjanji untuk bersatu kembali dengan Taiwan, dengan kekerasan jika perlu, dan menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

AS dan PBB mengakui Beijing sebagai satu-satunya pemerintah resmi China di bawah kebijakan Satu China.

Washington secara resmi mengakui, tanpa mendukung klaim kedaulatan China atas Taiwan.

Taiwan dan China berpisah pada tahun 1949 setelah perang saudara yang berakhir dengan Partai Komunis menguasai daratan.

Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat China, tetapi Beijing mengatakan wajib bersatu dengan daratan, jika perlu dengan paksa.

(Tribunnews.com/Rica Agustina/Hendra Gunawan)

Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved