Jumat, 17 April 2026

Virus Corona

Pemerintah Beijing Tutup Sejumlah Sekolah Imbas Melonjaknya Kasus Covid-19

Ibu kota Beijing melaporkan 962 infeksi baru pada Minggu (20/11/2022) atau mengalami kenaikan dari 621 kasus sehari sebelumnya.

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
AFP/NOEL CELIS
Seorang petugas kesehatan mengumpulkan data pribadi dari seorang pria untuk mendapatkan tes swab di dalam area perumahan berpagar di bawah penguncian karena pembatasan virus corona Covid-19 di Beijing pada 26 Mei. Pemerintah Kota Beijing pada Senin (21/11/2022) menutup sejumlah sekolah dan meminta penduduk untuk tinggal di rumah setelah kasus infeksi Covid-19 di negara itu meningkat cukup signifikan. 2022. (Photo by Noel Celis / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Pemerintah Kota Beijing pada Senin (21/11/2022) menutup sejumlah sekolah dan meminta penduduk untuk tinggal di rumah setelah kasus infeksi Covid-19 di negara itu meningkat cukup signifikan.

Dikutip dari Channel News Asia, China saat ini sedang berjuang melawan wabah virus corona di banyak kota besar, sembari mengambil langkah-langkah untuk mencoba meringankan beban kebijakan nol-Covid yang ketat.

Adapun, Pemerintah Kota Shijiazhuang pada Minggu (20/11/2022) malam mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pengujian massal di enam dari delapan distriknya selama lima hari ke depan setelah kasus lokal harian baru mencapai 641.

Baca juga: Pemerintah China Umumkan Kasus Kematian Baru Covid-19

Sementara itu, Ibu kota Beijing melaporkan 962 infeksi baru pada Minggu (20/11/2022) atau mengalami kenaikan dari 621 kasus sehari sebelumnya.

Beberapa sekolah di distrik Haidian, Dongcheng dan Xicheng juga memutuskan untuk menghentikan pengajaran tatap muka untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, upaya China untuk melakukan pembatasan Covid-19 yang lebih terarah, telah memunculkan harapan investor akan pelonggaran yang lebih signifikan bahkan ketika China menghadapi musim dingin pertamanya melawan varian Omicron yang sangat mudah menular.

Namun, banyak analis memperkirakan perubahan seperti itu akan dimulai pada Maret atau April tahun depan, dengan pemerintah berargumen bahwa kebijakan nol-Covid khas Presiden Xi Jinping telah menyelamatkan banyak nyawa.

Baca juga: Pemerintah Guangzhou Bangun Rumah Sakit Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Dan untuk menekan tingginya kasus Covid-19, Komisi Kesehatan Nasional China akan menerapkan 20 langkah yang disesuaikan dengan kebijakan Covid negara tersebut serta akan mempercepat vaksinasi Covid-19.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved