Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ada Negara yang Sembunyi-sembunyi Bantu Militer Ukraina, Kirim Senjata Lewat Pihak Ketiga

Sebagian besar anggota NATO, para pendukung dan pemasok senjata serta amunisi ke Ukraina sedang kelabakan.

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Ist
High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) atau Sistem Artileri Roket Mobilitas Tinggi M142yang buatan Amerika Serikat. Senjata ini disumbangkan oleh AS ke Ukraina untuk bertahan dari serangan Rusia 

Laporan NYT yang ditulis Steven Erlanger dan Lara Jakes dipublikasikan Sabtu (26/11/2022) berjudul “US and NATO Scramble to Arm Ukraine and Refiil Their Arsenals”.

Tulisan di laporan itu menggambarkan situasi yang tak pernah terbayangkan oleh negara-negara NATO pascaruntuhnya Uni Soviet.

Stok senjata termasuk amunisi negara barat pendukung Ukraina pada akhirnya cepat terkuras, setelah transfer senjata yang tak terhitung jumlahnya ke Ukraina.

Situasi ini membuat semakin sulit bagi militer NATO untuk memenuhi janji politisi untuk terus mendukung Kiev dengan apa pun yang dibutuhkan selama diperlukan.

“Negara-negara kecil telah kehabisan potensi mereka,” tulis NYT. Setidaknya 20 dari 30 anggota aliansi pertahanan tersedot sumber daya militernya.

Hanya sekutu yang lebih besar, termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Belanda, yang dianggap masih memiliki cukup persediaan untuk melanjutkan pengiriman senjata mereka ke Ukraina.

Sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina pada akhir Februari, AS dan sekutu baratnya telah memberikan bantuan militer miliaran dolar kepada Kiev.

Nilainya mendekati $ 40 miliar, sebanding seluruh anggaran pertahanan tahunan Prancis.

Moskow telah berulang kali memperingatkan pengiriman senjata hanya akan memperpanjang konflik dan meningkatkan risiko konflik langsung antara Rusia dan NATO.

Ketika Ukraina terus meminta lebih banyak senjata, stok Uni Eropa semakin menipis, dengan Jerman mengindikasikan sudah mencapai batasnya pada awal September.

Sementara itu, Lithuania, yang tidak memiliki senjata lagi untuk disumbangkan, telah mendesak sekutu untuk memberikan Ukraina semua yang kita miliki.

Baca juga: Uni Eropa Tunda Pembicaraan Tentang Batas Harga Minyak Rusia

Presiden AS Joe Biden telah berjanji untuk menjaga saluran bantuan senjata (ke Ukraina) tetap terbuka selama dibutuhkan.

Tetapi persediaan amunisi militer Amerika pun mencapai titik kritis setelah pengiriman berulang kali ke Kiev.

Pada awal Maret, hanya beberapa minggu setelah konflik di Ukraina dimulai, Departemen Pertahanan AS berjuang mengisi kembali ribuan rudal yang dipasok ke Kiev.

Pada bulan Agustus, seperti diwartakan The Wall Street Journal, persediaan amunisi artileri 155 mm AS sangat rendah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved