Rusia Bantah Terlibat Upaya Kudeta di Jerman: Itu Masalah Internal Jerman, Bukan Rusia
Rusia bantah terlibat soal upaya kudeta di Jerman. Dmitry Peskov menyebut itu urusan internal Jerman, bukan Rusia. Jerman telah tangkap 25 tersangka.
TRIBUNNEWS.COM - Rusia membantah Kantor Kejaksaan Federal Jerman yang mengatakan Rusia terlibat dalam upaya kudeta yang gagal di Jerman, Rabu (6/12/2022).
Upaya kudeta yang berhasil digagalkan ini disebut dilakukan oleh Reichsbürger dan afiliasinya, organisasi ekstremis di Jerman.
Heinrich XIII, bangsawan Jerman yang didakwa sebagai salah satu dari dua dalang upaya kudeta.
Jaksa Jerman menuduh keterlibatan Heinrich XIII dengan seorang wanita Rusia bernama Vitalia B., yang diduga membantu tersangka menjangkau perwakilan Rusia.
"Untuk mencapai tujuan mereka, organisasi berencana untuk membentuk pemerintahan sementara (militer), yang, menurut anggota organisasi, akan menyepakati tatanan negara baru di Jerman dengan kekuatan pemenang Perang Dunia II," catat jaksa, Rabu (6/12/2022).
"Organisasi saat ini memandang Rusia sebagai titik kontak utama untuk pembicaraan terkait," lanjutnya.
Baca juga: Jerman Tangkap 25 Orang Terkait Upaya Kudeta di Berlin, Termasuk Militer dan Kelompok Sayap Kanan
Menurut keterangan Jaksa, pihak Rusia yang dihubungi oleh Heinrich XIII tidak merespons.
"Humas Terdakwa Heinrich XIII menghubungi perwakilan Rusia di Jerman tetapi tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa penghubung tersebut secara positif menanggapi permintaannya," catat kantor tersebut, dikutip dari TASS.
Pasukan Khusus Jerman telah menangkap 25 tersangka yang tersebar di 11 negara bagian Jerman.
Jaksa menyebut kelompok kudeta ini telah mempersiapkan rencananya sejak akhir November 2021.
"Itu termasuk perencanaan untuk mendirikan badan-badan seperti pemerintah, membeli peralatan, melatih anggota dalam menembak dan merekrut anggota baru," kata jaksa.
Jaksa menemukan bahwa kelompok kudeta ini memiliki anggota yang berafiliasi dengan beberapa militer.
Mereka menyebut kelompok ini merencanakan kudeta dengan melibatkan senjata.
Jaksa mengatakan kelompok kudeta ini merekrut kolaborator baru, membeli senjata dan berbagai peralatan, serta membuat saluran komunikasi yang terlindung dari intersepsi, serta badan TI.
Baca juga: Dinas Keamanan Jerman Klaim Gagalkan Kudeta Ala Reich Jerman 1871
Rusia membantah tuduhan Jerman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dmitry-peskov_20161230_211329.jpg)