Janet Yellen Ingatkan Resesi Tak Terhindarkan Terjadi di AS

Terkait ancaman resesi ini, Janet Yellen mengaku yakin perekonomian AS berada di jalur yang benar dalam menurunkan inflasi.

Editor: Choirul Arifin
wamc.org
Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen memperingatkan resesi ekonomi yang tak akan terelakkan terjadi di AS. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Resesi ekonomi yang dikhawatirkan akan terjadi, tak terelakkan akan melanda perfekonomian Amerika Serikat.

Peringatan tersebut disampaikan Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Terkait ancaman resesi ini, dia mengaku yakin perekonomian AS berada di jalur yang benar dalam menurunkan inflasi.

Bank sentral AS The Fed saat ini tengah berupaya keras mendinginkan permintaan tahun ini. Untuk saat ini, banyak ekonom memperkirakan AS bisa mengalami penurunan tahun depan.

"Untuk pertanyaan apakah kita dapat menghindari resesi atau tidak, saya yakin jawabannya adalah ya," katanya kepada wartawan saat berkunjung ke fasilitas mata uang Biro Pengukiran dan Pencetakan di Fort Worth, Texas, seperti yang dikutip AFP.

Janet Yellen juga melihat, kemacetan rantai pasokan mulai mereda dan harga sewa apartemen baru pada dasarnya mencapai puncaknya. Selain itu, pasar tenaga kerja juga sedikit mendingin.

"Tanpa melihat PHK nasional yang signifikan, saya yakin kita berada di jalur yang benar dalam hal menurunkan inflasi dan resesi tidak bisa dihindari," tambahnya.

Pekan lalu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menambahkan masih "sangat masuk akal" bagi AS untuk mencapai soft landing, merujuk pada skenario di mana pengangguran meningkat tetapi ekonomi menghindari resesi yang parah.

Kamis kemarin, Yellen mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mendengarkan dengan sangat hati-hati para sekutu dan mencoba memahami keprihatinan mereka atas dorongan Washington untuk memacu teknologi ramah iklim di Amerika.

Baca juga: Ekonomi Amerika Kontraksi, Joe Biden hingga Janet Yellen Bantah AS Mengalami Resesi

"Saya pikir tujuan Kongres adalah memastikan kami memiliki rantai pasokan yang aman, dan mencoba memasukkan sekutu kami ke dalamnya," katanya.

Ditanya apakah dia memiliki rencana untuk mengunjungi China setelah pertemuan Presiden Joe Biden dengan rekannya dari China Xi Jinping, Yellen mengatakan dia belum memiliki rencana yang pasti. Namun dia tentu saja terbuka untuk hal tersebut.

Sementara itu, mengutip The Guardian, ditekankan pada masalah inflasi, yang menurut jajak pendapat merupakan prioritas utama bagi pemilih AS menjelang pemilihan paruh waktu pada bulan November, Yellen mengatakan penyebab inflasi bersifat global, bukan lokal, dan faktor-faktor tersebut tidak mungkin segera berkurang.

Baca juga: Menkeu Janet Yellen Peringatkan Tingginya Inflasi AS

Yellen mengatakan beberapa tarif perdagangan di China yang diwarisi dari pemerintahan mantan Presiden Donald Trump tidak masuk akal secara strategis.

Dia menambahkan bahwa Biden sedang meninjaunya sebagai cara untuk menurunkan inflasi. “Jelas, inflasi sangat tinggi,” kata Yellen. “Ini adalah prioritas utama Presiden Biden untuk menurunkannya.”

Laporan Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved