Sabtu, 13 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Jenderal Gulevich Tuduh Barat Terus Provokasi Agar Belarus Terlibat Perang

Kepala Staf Umum Militer Belarus Jenderal Viktor Gulevich menuduh barat lewat Ukraia berusaha menyeret Belarus ke peperangan Rusia-Ukraina.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumarga
AFP/HANDOUT
Gambar handout yang diambil dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 8 Januari 2021 menunjukkan pasukan terjun payung Belarusia turun dari pesawat kargo militer setelah mendarat di Kazakhstan. - Presiden Kazakhstan telah menolak seruan untuk melakukan pembicaraan dengan pengunjuk rasa setelah berhari-hari kerusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bersumpah untuk menghancurkan "bandit bersenjata" dan mengizinkan pasukannya untuk menembak mati tanpa peringatan. Dalam upaya baru untuk menenangkan para pengunjuk rasa, pemerintah menetapkan batas harga bahan bakar selama enam bulan. (Photo by Handout / Russian Defence Ministry / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, MINSK – Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Belaruia, Jenderal Viktor Gulevich, menuduh negara barat pendukung Kiev berusaha memprovokasi Belarus.

Provokasi dilakukan untuk menyeret Belarusia ke perang Rusia-Ukraina. Cara yang sama digunakan militer Ukraina untuk menyeret Polandia dan NATO ke perang besar melawan Rusia.

Viktor Gulevich menunjuk saat Ukraina menembakkan rudal ke wilayah Polandia (anggota NATO), lalu menuduh Rusia sebagai pelakunya.

Faktanya, AS dan NATO menemukan bukti rudal ditembakkan pasukan Kiev, bukan oleh militer Rusia.

Menurut Gulevich, kecurigaan semakin kuat setiap hari di Belarus kekuatan barat mencoba memprovokasi mereka untuk tujuan menguntungkan mereka.

“Tapi tentu saja, mereka menggunakan angkatan bersenjata Ukraina secara maksimal,” kata Gulevich.

Baca juga: Tentara Rusia-Belarus Terus Latihan Tempur Bersama Antisipasi Perang Eropa

Baca juga: Militer Belarus Menolak Dikirim ke Ukraina, Ingatkan Presiden Lukashenko soal Negara Terbuang

Baca juga: Belarus Berhasil Tangkis Serangan Rudal Ukraina

Dia mengutip pelanggaran berulang kali di perbatasan Belarusia dari pihak Ukraina, baik oleh drone maupun personel bersenjata, yang dilaporkan oleh penjaga perbatasan nasional.

Beberapa dari insiden ini difilmkan dan menurut Gulevich tampak demonstrative.

Pada pertengahan November, Belarus merilis rekaman dari apa yang mereka katakan sebagai seorang tentara Ukraina bersenjata yang menyeberangi jembatan ke wilayah negara itu untuk mengambil beberapa foto.

Penjaga perbatasan menyalahkan insiden itu pada "disiplin yang buruk" di beberapa unit Ukraina dan mengatakan itu menimbulkan risiko baku tembak.

Saat dia menuduh AS dan sekutunya menggunakan Ukraina untuk melawan Belarusia, Gulevich mengklaim Kiev menggunakan pendekatan yang sama terhadap barat bulan lalu.

“Kemungkinan besar, itu dilakukan dengan sengaja untuk menarik negara-negara barat ke konfrontasi lebih parah melawanRusia, hingga tercipta konflik lebih besar,” katanya.

Belarus adalah sekutu dekat Rusia dan mengizinkan Moskow menggunakan wilayahnya selama operasi militer di Ukraina.

Kiev mengklaim pasukan Belarusia dikerahkan ke negara itu, tetapi Minsk membantah terlibat langsung dalam permusuhan.

KONFLIK BELARUSIA-POLANDIA MEMANAS - Sekelompok migran berdiri di depan prajurit Belarusia ketika mereka berkumpul untuk distribusi bantuan kemanusiaan di sebuah kamp dekat perbatasan Belarusia-Polandia di wilayah Grodno, Minggu (14/11/2021). Masalah di perbatasan Belarusia dan Polandia kini menjadi 'hostpot' krisis terbaru di Eropa. Dikhawatirkan konflik senjata bisa terjadi di wilayah tersebut. (Oksana MANCHUK/BELTA/AFP)
KONFLIK BELARUSIA-POLANDIA MEMANAS - Sekelompok migran berdiri di depan prajurit Belarusia ketika mereka berkumpul untuk distribusi bantuan kemanusiaan di sebuah kamp dekat perbatasan Belarusia-Polandia di wilayah Grodno, Minggu (14/11/2021). Masalah di perbatasan Belarusia dan Polandia kini menjadi 'hostpot' krisis terbaru di Eropa. Dikhawatirkan konflik senjata bisa terjadi di wilayah tersebut. (Oksana MANCHUK/BELTA/AFP) (AFP/OKSANA MANCHUK)

Kiev Tegur Jerman

Di Kiev, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan Kiev tidak memahami keraguan Berlin tentang pengiriman senjata berat yang dibutuhkan Ukraina.

Berbicara kepada program berita Tagesschau, Kuleba mengklaim Jerman telah berjanji mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina, tapi tidak termasuk tank yang telah berulang kali diminta Kiev.

“Keputusan seperti itu belum dibuat, tidak ada janji yang diberikan. Tapi kami sedang mengusahakannya," kata Kuleba.

Kuleba menegur Berlin atas pendiriannya tentang masalah tersebut, dengan mengatakan pemerintah Ukraina tidak dapat memahami mengapa Jerman mengirimkan artileri, bukan kendaraan lapis baja berat.

“Sejujurnya, kami tidak memahami alur argumen ini,” kata Kuleba. Ia menambahkan kurangnya senjata berarti konflik akan berlangsung lebih lama, tidak sesuai kepentingan Ukraina maupun pendukung baratnya.

Pejabat itu mengatakan Ukraina membutuhkan generator dan trafo untuk bertahan hidup di musim dingin di tengah serangan Rusia yang berulang pada infrastruktur energi negara.

Rusia mulai menargetkan fasilitas energi Ukraina pada awal Oktober, menuduh Kiev menyerang infrastruktur kritisnya, termasuk Jembatan Krimea yang strategis.

Kuleba menunjukkan skenario pemadaman total di Ukraina adalah realistis. Dia tidak mengharapkan eksodus massal warga Ukraina dari negara tersebut.

Kuleba yakin orang akan mengungsi ke daerah pedesaan,  tempat mereka  bisa memiliki kesempatan menghangatkan diri menggunakan kayu bakar.

Utusan Kiev untuk Jerman, Aleksey Makeev, juga mengecam otoritas Jerman karena menolak mengirim sistem pertahanan udara Patriot buatan AS ke Ukraina.

Menyusul dimulainya operasi militer Moskow di Ukraina pada akhir Februari, Jerman, bersama dengan negara-negara barat lainnya, memberi Kiev sejumlah besar persenjataan, termasuk sistem pertahanan udara dan howitzer self-propelled.

Moskow telah berulang kali memperingatkan barat untuk tidak memompa Ukraina dengan senjata karena hanya akan memperpanjang konflik.(Tribunnews.com/RussiaToday/xna)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved