Kamis, 30 April 2026

Tradisi Hari Natal Ortodoks, Mencari Ketenangan Diri

Berikut tradisi hari Natal Ortodoks, biasanya dirayakan selama tiga hari dengan mengadakan pertemuan dengan Kudus dan menikmati hidangan 12 menu

Tayang:
Penulis: Pondra Puger Tetuko
AFP/OLIVER BUNIC
Umat ??Kristen Ortodoks memegang ikon dan salib selama Litiya untuk keselamatan Serbia di Beograd pada 28 Agustus 2022. - Tradisi hari Natal Ortodoks. 

Sebelum Hari Natal Ortodoks, ada tradisi berpuasa dan kebaktian di Gereja.

Selain itu ada juga beberapa negara yang mengadakan pertemuan Kudus di Hari Natal Ortodoks dengan menikmati hidangan vegetarian 12 menu.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mengenang 12 murid.

Saat melakukan pertemuan dengan Kudus, mejanya akan ditata dengan rapi dan menggunakan linen putih, kain itu melambangkan yang membungkus bayi Yesus.

Terdapat juga lilin yang dinyalakan untuk menjadi lambang bahwa puasa telah berakhir dan makan akan dimulai saat terdapat bintang muncul di langit.

Sebagai informasi, negara Rusia menghindangkan salad bit, kentang rebus, borscht, madu, hingga kismis untuk mewakili keberuntungan dan piroshki.

Baca juga: Sejarah Hari Natal Ortodoks, yang Diperingati Setiap 7 Januari

Selain itu, di negara Belarusia memilik tradisi dengan berjalan-jalan disekitar lingkungan sambil menyanyikan lagu Natal dan menari-nari.

Di sisi lain, banyak tetangga yang memeberikan makanan sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Ada juga tiga alasan mengapa terdapat Hari Natal Ortodoks.

1. Waktu refleksi

Hari Natal Ortodoks ini mengenai mencari kedamaian dan ketenangan dengan dibarengi membakar kemenyan dan melakukan ritual keagamaan.

Selain itu, umatnya juga akan menghabiskan waktu untuk merenungkan apa yang benar-benar penting dalam hidupnya.

2. Perubahan waktu

Saat Hari Natal Orotodoks itu mengingatkan umatnya akan pertumbuhan yang telah dilalui di dunia.

Hari Natal terjadi pada dua hari yang berbeda, karena perubahan beberapa jam pada kalender Gregorian.

3. Kesempatan lain

Natal sangat menyenangkan bagi umatnya, selain itu Hari Natal Ortodoks memberi kesempatan lain untuk merayakan Natal.

Hal itu membuat umatnya berdoa dan membuat harapan untuk kedepannya menjadi lebih baik.

(Tribunnews.com/Pondra Puger)(Poskupang/Agustinus Sape)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved