Korea Selatan Kepincut Beli Sistem Deteksi Drone Sky Spotter Buatan Israel
Sky Spotten memiliki keunggulan super yang dapat mendeteksi dini segala aktivitas objek udara seperti drone, serangan rudal
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, SEOUL – Pemerintah Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk membeli sistem deteksi drone Sky Spotter besutan Israel, usai militer Korsel gagal melawan serangan Kim Jong Un yang terus meluncurkan serangan ke kawasan perbatasan.
Alasan ini yang membuat Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian sistem senjata Sky Spotter secara resmi, pada Minggu (8/1/2023).
"Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korea Selatan dapat membeli sistem mata listrik, juga dikenal sebagai Sky Spotter, secara dipercepat,” ungkap seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya, dikutip dari Tass.
Baca juga: Militer Korea Selatan Sebut Ada Orang Misterius yang Terobos Perbatasan ke Korea Utara
Meski begitu, keputusan pembelian senjata Sky Spotter masih diperhitungkan keefektifannya dan harus menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.
Namun dengan memborong sejumlah senjata besutan pabrik Rafael Advanced Defense Systems, angkatan militer Korea Selatan mengklaim dapat dengan cepat melakukan deteksi terkait adanya serangan dari musuh.
Ini lantaran Sky Spotten memiliki keunggulan super yang dapat mendeteksi dini segala aktivitas objek udara seperti drone, serangan rudal hingga pergerakan balon udara milik musuh yang dianggap berpotensi mengancam keamanan wilayah.
Dilengkapi dengan sistem peringatan dini pasif serta menyematkan algoritma canggih untuk otomatisasi dan pemrosesan gambar yang lebih baik. Sky Spotten dapat menawarkan kemampuan deteksi persisten dengan probabilitas tinggi sehingga dapat melacak musuh secara cepat, akurat dan tepat.
Sebelum pasukan pertahanan Korea Selatan mempertimbangkan untuk membeli Sky Spotter, angkatan perang Korea Utara yang dipimpin oleh Kim Jong un selama beberapa bulan terakhir telah melakukan serangkaian serangan yang mengancam keamanan jutaan warga negara Korea Selatan.
Seperti baru-baru ini serangan lima drone atau pesawat tak berawak Korea Utara jenis P-73, secara mengejutkan melintas di atas kantor kepresidenan di Seoul.
Meski tak menimbulkan kerusakan atau memakan korban jiwa namun tindakan nekat ini telah memicu kemarahan pemerintah Korsel. Hingga militer Korea Selatan juga mengerahkan jet tempur serang ringan jenis KA-1.
Baca juga: Drone Korea Utara Langgar Zona Larangan Terbang Kepresidenan Korea Selatan
"Tidak benar bahwa (drone Korea Utara) tidak melewati Yongsan," kata Lee Sung-jun, Juru Bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.
Munculnya serangan - serangan inilah yang mendorong kementerian pertahanan Korea Selatan berambisi untuk memperkuat angkatan militernya dengan memasok peralatan perang yang canggih dan mutakhir, salah satunya seperti pesawat tanpa awak Sky Spotten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/militer-korsel_20160322_035747.jpg)