5 Populer Internasional: Iran Tawarkan Kesepakatan Baru - Kanselir Jerman Ejek Pemerintahan Trump
Berita populer internasional, di antaranya Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai Amerika Serikat dipermalukan oleh Iran dalam perundingan yang buntu.
Ringkasan Berita:
- Iran menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa membahas nuklir.
- Trump belum menunjukkan tanda menerima tawaran tersebut dan tetap menegaskan syarat utama Washington.
- Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai Amerika Serikat dipermalukan oleh Iran dalam perundingan yang buntu.
TRIBUNNEWS.COM - Beragam peristiwa penting mewarnai pemberitaan dunia dalam 24 jam terakhir.
Iran mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz sambil menunda pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat.
Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai AS dipermalukan oleh Iran dalam perundingan yang buntu.
Berikut kompilasi berita populer Tribunnews di kanal Internasional.
1. Iran Tawarkan Kesepakatan Akhiri Blokade Hormuz Tanpa Bahas Nuklir, Trump Belum Luluh
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menawarkan proposal baru untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS) dengan membuka kembali Selat Hormuz tanpa langsung membahas program nuklir Teheran.
Al Jazeera melaporkan, proposal itu dibawa Araghchi dalam rangkaian diplomasi selama 72 jam ke Pakistan, Oman, dan Rusia untuk mencari dukungan regional dan global.
Diskusi utama di Muscat, Oman, berfokus pada Selat Hormuz, jaminan keamanan regional, dan kerangka penyelesaian konflik.
Isu nuklir sengaja dikesampingkan untuk tahap berikutnya.
Iran menyerahkan proposal itu melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator antara Teheran dan Washington setelah pembicaraan langsung pada 11 April di Islamabad gagal menghasilkan terobosan.
Trump Belum Tertarik
Gedung Putih belum mengonfirmasi isi proposal Iran tersebut.
Juru bicara Olivia Wales menegaskan Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui media.
Ia mengatakan Washington hanya akan menerima kesepakatan yang mengutamakan kepentingan rakyat Amerika dan tidak pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.
2. Donald Trump Langgar Protokol Kerajaan saat Sambut Raja Charles dan Ratu Camilla
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump menyambut Raja Charles III dan Ratu Camilla di Gedung Putih pada Senin (27/4/2026) sore waktu setempat, hari pertama kunjungan kenegaraan mereka.