Rabu, 22 April 2026

Pesawat jatuh: Empat anak bertemu lagi dengan keluarga setelah 40 hari hilang di Hutan Amazon

Ini adalah "hari yang ajaib", kata presiden Kolombia menyusul temuan empat bocah yang selamat dari pesawat jatuh setelah 40 hari upaya…

Empat anak yang selamat dari kecelakaan pesawat dan bertahan hidup selama berminggu-minggu di Hutan Amazon Kolombia telah dipertemukan kembali dengan pihak keluarga selagi mereka menjalani pemulihan di rumah sakit.

Kakak beradik yang masing-masing berusia 13 tahun, sembilan tahun, lima tahun, dan satu tahun dalam kondisi "sangat lemah" tetapi "senang melihat keluarga mereka", kata kakek mereka, Fidencio Valencia.

Mereka berbicara sedikit dan dua dari mereka sudah mulai bermain, kata para pejabat.

Empat bocah ini berada di dalam satu pesawat dengan ibu mereka, seorang pilot, dan kopilot ketika pesawat tersebut jatuh pada 1 Mei lalu.

Ibu, pilot, dan kopilot meninggal dalam insiden ini. Jenazah ketiga orang ini telah ditemukan di lokasi kecelakaan oleh tentara Kolombia.

Adapun keempat bocah tersebut ditemukan pada Jumat (09/06) setelah militer Kolombia dan masyarakat adat melakukan pencarian selama 40 hari.

Tim penyelamat melacak keberadaan mereka setelah melihat tanda-tanda di hutan, termasuk jejak kaki dan buah yang telah digigit.

Dua di antara keempat anak, bayi berusia satu tahun dan lima tahun, merayakan hari ulang tahun mereka di hutan. Anak tertua, Lesly, 13 tahun, membimbing mereka dalam bertahan hidup.

Mereka menyambung nyawa dengan memakan tepung yang mereka temukan di reruntuhan pesawat serta biji-bijian, kata kakek mereka, Fidencio Valencia.

Menteri Pertahanan Kolombia, Ivan Velasquez, yang mengunjungi mereka di rumah sakit bersama Presiden Gustavo Petro pada Sabtu (10/06), memuji Lesly karena merawat adik-adiknya.

"Berkat dia, nilai-nilainya, dan kepemimpinannya, tiga adiknya mampu bertahan dengan perhatiannya serta pengetahuannya tentang hutan," ujar Velasquez.

"Secara umum anak-anak tersebut berada dalam kondisi yang layak. Menurut laporan medis mereka berada lepas dari bahaya," tambahnya.

Dokter militer, Carlos Rincon, mengatakan keempat anak itu mengalami "kekurangan nutrisi" tetapi bertahan hidup hanya dengan "beberapa luka jaringan lunak, gigitan, dan memar kulit".

Mereka belum bisa makan. Akan tetapi, menurutnya: "Kami akan memulai proses memasukkan makanan setelah menyelesaikan proses pemeriksaan klinis yang akan dilakukan hari ini. Jika semuanya berjalan lancar, kami yakin mereka akan tinggal di rumah sakit selama dua sampai tiga minggu."

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved