Senin, 1 Juni 2026

El Nino Tiba, PBB: Dunia Harus Bersiap Hadapi Gelombang Panas dan Ancaman Krisis Pangan

PBB memperingatkan warga dunia untuk bersiap menghadapi malapetaka akibat El Nino atau fenomena pemanasan permukaan laut di atas rata-rata.

Tayang:
Editor: Sanusi
BMKG
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Badan Meteorologi Dunia yang berada di bawah naungan PBB atau yang dikenal dengan nama WMO memperingatkan warga dunia untuk bersiap menghadapi malapetaka akibat El Nino atau fenomena pemanasan permukaan laut di atas rata-rata.

"Dimulainya El Nino akan sangat meningkatkan kemungkinan terpecahnya rekor suhu dan memicu gelombang panas yang lebih ekstrem di banyak bagian dunia, baik di daratan maupun lautan," ujar Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas.

Baca juga: Dampak El Nino, Sebanyak 61 Desa di Bangkalan Alami Kekeringan

Peringatan ini diserukan oleh WMO lantaran fenomena El Nino kali ini akan berlangsung lama, hingga jadi yang paling ekstrim dalam tujuh tahun terakhir. Tercatat di Atlantik Utara, temperatur lautan telah mulai mengalami lonjakan pemanasan, bahkan di bulan Mei lalu suhu permukaan meningkat 1,6 derajat Celcius lebih panas dari biasanya

Tak hanya itu lonjakan suhu juga terjadi di kawasan Uni Eropa, menurut laporan Layanan Perubahan Iklim Copernicus yang beroperasi di bawah Uni Eropa pada awal pekan kemarin suhu rata-rata telah naik hingga 17 derajat Celcius.

Jadi yang terpanas yang pernah dialami setidaknya sejak 1940 atau tahun di mana pencatatan suhu global mulai dilakukan.

“Ada kemungkinan 90 persen dari peristiwa El Nino bertahan hingga paruh kedua tahun ini. Diperkirakan, fenomena iklim itu akan bertahan dengan kekuatan sedang, “ jelas Taalas.

Sebelum PBB mengeluarkan peringatan terkait gelombang El Nino, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) telah lebih dulu memperkirakan El Nino akan menghantam bumi bagian utara selama musim dingin.

Baca juga: Anggota DPR I Made Urip Ingatkan “Pedang Bermata Dua” Dampak El Nino di Indonesia

Belum diketahui sampai kapan El Nino tahun ini akan berakhir, namun mencegah adanya pembengkakan kerugian WMO mengimbau pemerintah di seluruh dunia untuk memobilisasi persiapan guna membatasi dampak El Nino terhadap kesehatan, ekosistem, dan ekonomi dunia.

Dampak El Nino

Kehadiran cuaca ekstrim seperti kebakaran, angin topan dan kekeringan parah di Eropa, Amerika, Asia Tenggara hingga Australia akibat El Nino diprediksi akan mempengaruhi kenaikan harga makanan karena adanya ancaman kelangkaan pangan

Sementara di Indonesia, Kementerian Pertanian RI mengatakan dampak El Nino berpotensi menyebabkan 560.000-870.000 hektare (ha) lahan pertanian jatuh dalam kekeringan kekeringan, dan mengalami gagal panen karena meningkatkan intensitas serangan hama penyakit tanaman.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved