Selasa, 2 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Zionis Israel Perpanjang Operasi Militer di Kamp Pengungsi Tulkarem hingga Akhir Juli 2026

Militer Israel memperpanjang operasi di kamp pengungsi Tulkarem dan Nur Shams di Tepi Barat hingga 31 Juli 2026.

Tayang:
/Nidal Eshtayeh
TEPI BARAT - Seorang tentara Israel terlihat selama operasi militer di kota Nablus, Tepi Barat, pada 20 November 2025. Militer Israel memperpanjang operasi di kamp pengungsi Tulkarem dan Nur Shams di Tepi Barat hingga 31 Juli 2026. (Photo by Nidal Eshtayeh/Xinhua) 
Ringkasan Berita:
  • Israel memperpanjang operasi militer di Tulkarem dan Nur Shams hingga 31 Juli.
  • Ribuan keluarga Palestina disebut semakin terdampak akibat penggusuran dan penghancuran infrastruktur.
  • Lebih dari 1.100 warga Palestina tewas di Tepi Barat sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.

 

TRIBUNNEWS.COM - Militer Israel memutuskan memperpanjang operasi militernya di kamp pengungsi Tulkarem dan Nur Shams di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki hingga 31 Juli 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Gubernur Tulkarem Abdullah Kamil pada Minggu (31/5/2026).

Ia mengatakan operasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan itu akan terus dilanjutkan hingga akhir bulan depan.

Operasi militer Israel di kawasan tersebut dimulai sejak 21 Januari 2025 sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas di Tepi Barat utara.

Awalnya operasi difokuskan di Jenin sebelum meluas ke kamp pengungsi Tulkarem dan Nur Shams, mengutip Anadolu Agency, Senin (1/6/2026).

Menurut Kamil, perpanjangan operasi itu membuat penderitaan ribuan keluarga Palestina yang telah mengungsi menjadi semakin berat.

Ia menyoroti penghancuran rumah warga, bangunan komersial, serta kerusakan infrastruktur akibat operasi militer dan penggunaan buldoser di area kamp pengungsi.

“Kondisi kemanusiaan dan ekonomi warga terus memburuk akibat operasi yang berkepanjangan,” ujarnya.

Baca juga: Israel Disebut Siapkan Tawaran Tarik Pasukan Zionis dari Lebanon dalam Perundingan Washington

Kamil juga kembali mendesak organisasi internasional dan lembaga hak asasi manusia untuk segera turun tangan menghentikan operasi militer Israel di wilayah tersebut.

Sejak pecahnya perang Gaza pada 8 Oktober 2023, kekerasan di Tepi Barat meningkat tajam.

Serangan yang dilakukan pasukan Israel dan pemukim ilegal dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.168 warga Palestina.

Selain itu, sekitar 12.660 orang mengalami luka-luka dan hampir 33.000 warga Palestina ditangkap dalam berbagai operasi keamanan Israel di Tepi Barat.

(*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved