Studi Ungkap Air Minum dari Separuh Keran di AS Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
penelitian yang dirilis Rabu (5/7/2023), air minum dari hampir setengah keran di Amerika Serikat sebagian besar mengandung "bahan kimia berbahaya.
TRIBUNNEWS.COM - Menurut sebuah penelitian yang dirilis pada Rabu (5/7/2023), air minum dari hampir setengah keran di Amerika Serikat (AS) sebagian besar mengandung bahan kimia berbahaya.
Bahan kimia tersebut diduga dapat menyebabkan kanker dan masalah kesehatan lainnya.
"Senyawa sintetis yang dikenal secara kolektif sebagai PFAS mencemari air minum pada tingkat yang berbeda-beda di kota besar dan kota kecil, baik di sumur pribadi dan sistem publik," kata Survei Geologi AS, dikutip dari India times.
PFAS adalah keluarga bahan kimia sintetis yang ada di mana-mana yang bertahan di lingkungan dan tubuh manusia.
CNN melaporkan, paparan PFAS terkait dengan masalah seperti kanker, obesitas, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, penurunan kesuburan, kerusakan hati, dan penekanan hormon, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS.
Pada Juni 2022, Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan peringatan kesehatan.
EPA mengatakan bahan kimia tersebut jauh lebih berbahaya bagi kesehatan manusia daripada yang diperkirakan para ilmuwan.
"Mungkin lebih berbahaya bahkan pada tingkat ribuan kali lebih rendah dari yang diyakini sebelumnya," papar EPA.
Baca juga: Gara-gara Ceroboh, Nunung Alami Infeksi setelah Operasi Kanker Payudara
Sebelumnya, muncul laporan terdapat bahan kimia dalam produk konsumen seperti panci antilengket, kemasan makanan, dan pakaian tahan air, serta masuk ke persediaan air.
Rekomendasi kebijakan
Laporan tersebut tidak memberikan rekomendasi kebijakan karena USGS adalah lembaga penelitian ilmiah.
Tetapi informasi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi risiko paparan dan menginformasikan keputusan tentang apakah "Anda ingin mengolah air minum Anda atau tidak, mengujinya atau mendapatkan lebih banyak informasi dari negara bagian Anda” tentang situasi secara lokal, kata penulis utama Kelly Smalling, seorang ahli hidrologi penelitian.
Pada bulan Maret, Badan Perlindungan Lingkungan AS mengajukan batas air minum federal pertama pada enam bentuk PFAS, atau zat per dan polifluorinasi, yang bertahan di tubuh manusia selama bertahun-tahun dan tidak terurai di lingkungan.
"Tetapi pemerintah tidak melarang perusahaan yang menggunakan bahan kimia untuk membuangnya ke sistem air limbah publik," kata Scott Faber, wakil presiden senior Kelompok Kerja Lingkungan, sebuah organisasi advokasi.
“Kita harus menangani masalah ini sejak awal, daripada memasang lampu lalu lintas setelah kecelakaan itu."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pfas-amerika-bahan-kimia-berbahaya.jpg)