Selasa, 28 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Hari Ke-2 Rusia Luncurkan Serangan Besar-besaran ke Odesa, Ukraina: Kami Tidak Takut

Rusia luncurkan serangan besar-besaran ke Odesa di hari ke-2 pada Rabu (19/7/2023), menyusul ledakan di Krimea dan Rusia mundur dari kesepakatan biji.

Tayang:
Oleksandr GIMANOV / AFP
Foto ini menunjukkan rudal jatuh yang terasa sampai ke rumah pribadi setelah rudal malam hari menyerang Odesa pada 18 Juli 2023, di tengah invasi Rusia di Ukraina. Ukraina mengatakan serangan Rusia semalam telah merusak fasilitas di pelabuhan selatan Odesa, salah satu pusat transit utama biji-bijian di bawah pakta yang ditandatangani dengan PBB dan Turki, pada 18 Juli 2023. Rusia kembali meluncurkan serangan rudal pada 19 Juli 2023. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran di pelabuhan Odesa, Ukrania, untuk malam kedua berturut-turut pada Rabu (19/7/2023).

Seorang pejabat Ukraina menggambarkan serangan ini sebagai "neraka".

Namun, pihak berwenang berjanji tidak akan terintimidasi dan terus bekerja untuk mengekspor biji-bijian.

"Serangan itu sangat kuat, benar-benar masif," kata Serhiy Bratchuk, juru bicara administrasi militer Odesa, di Telegram pada Rabu (19/7/2023).

"Itu adalah malam yang mengerikan," katanya, dikutip dari Reuters.

Ia mengatakan, rincian kerusakan dan korban akan disampaikan kemudian.

Baca juga: Rusia Luncurkan Serangan Udara dengan Drone dan Rudal Balistik di Ukraina Selatan dan Timur

Pelabuhan Odesa adalah salah satu pusat transit utama biji-bijian di bawah pakta yang ditandatangani dengan PBB dan Turki.

"(Mereka) berusaha menakut-nakuti seluruh dunia, terutama mereka yang ingin bekerja untuk koridor biji-bijian... Ukraina, Turki, dan PBB," kata Bratchuk.

"Tapi saya pikir semua orang normal dan rasional akan melihat dan berkata: Odesa tidak takut, tidak takut dan tidak akan takut, kami akan bekerja," lanjutnya.

Pemerintah Ukraina mendesak penduduk untuk tetap tinggal di tempat perlindungan.

Seorang pria memperbaiki atap rumah yang rusak akibat rudal Rusia setelah serangan malam di Odesa pada 18 Juli 2023, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Ukraina mengatakan serangan Rusia semalam telah merusak fasilitas di pelabuhan selatan Odesa, salah satu pusat transit utama biji-bijian di bawah pakta yang ditandatangani dengan PBB dan Turki, pada 18 Juli 2023.
Seorang pria memperbaiki atap rumah yang rusak akibat rudal Rusia setelah serangan malam di Odesa pada 18 Juli 2023, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Ukraina mengatakan serangan Rusia semalam telah merusak fasilitas di pelabuhan selatan Odesa, salah satu pusat transit utama biji-bijian di bawah pakta yang ditandatangani dengan PBB dan Turki, pada 18 Juli 2023. (Oleksandr GIMANOV / AFP)

Baca juga: Afrika Selatan: Menangkap Putin adalah Deklarasi Perang dengan Rusia, Ini Berisiko Bagi Kami

Sebagian besar Ukraina berada di bawah peringatan serangan udara yang dimulai segera setelah tengah malam pada Rabu (19/7/2023), dengan Rusia menyerang tempat lain, termasuk serangan drone di Kyiv.

"Malam serangan udara yang sulit untuk seluruh Ukraina, terutama di selatan, di Odesa," kata Serhiy Popko, kepala administrasi militer kota Kyiv, di saluran Telegram, dikutip dari Al Jazeera.

Dia mengatakan, Kyiv diserang dan menurut informasi awal ada beberapa kerusakan atau korban jiwa.

Angkatan udara Ukraina mengatakan telah menjatuhkan 37 dari 63 target di wilayah Odesa selatan pada Rabu dini hari.

Termasuk 23 drone bunuh diri dan 14 rudal jelajah yang menargetkan infrastruktur penting dan fasilitas militer.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved