Sabtu, 23 Mei 2026

Konflik Hamas Vs Israel

Bantu Israel Hadapi Hamas, Amerika Pasok Lebih Banyak Sistem Pertahanan Udara dan Amunisi

Pejabat Departemen Pertahanan AS membandingkan serangan Hamas tersebut dengan kebiadaban kelompok militan Negara Islam (ISIS).

Tayang:
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
AP/Tsafrir Abayov
Seorang tentara Israel bekerja di tank di tempat persiapan dekat perbatasan Gaza Israel, Israel selatan, Senin, 9 Oktober 2023. Amerika Serikat (AS) dikabarkan siap meningkatkan pemberian sistem pertahanan udara, amunisi dan bantuan militer lainnya ke Israel untuk membantunya merespons serangan Hamas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dikabarkan siap meningkatkan pemberian sistem pertahanan udara, amunisi dan bantuan militer lainnya ke Israel untuk membantunya merespons serangan Hamas.

“Kami meningkatkan dukungan kepada Israel. Kami terus menjalin kontak dengan rekan-rekan kami di Israel untuk menentukan dan kemudian mendukung kebutuhan mereka yang paling mendesak,” kata seorang pejabat Departemen Pertahanan AS.

Pejabat tersebut tampaknya juga menepis kekhawatiran bahwa Amerika Serikat mungkin akan kesulitan untuk memasok persenjataan ke Israel, sama seperti saat mereka menyalurkan persenjataan ke Ukraina.

Baca juga: Berita Foto : Hamas dan Israel Saling Serang, Korban Terus Berjatuhan

“Kami dapat melanjutkan dukungan kami kepada Ukraina, Israel, dan menjaga kesiapan global kami,” ujar pejabat itu.

Sebagaimana diketahui, kelompok militan Hamas melancarkan serangan secara mengejutkan ke Israel pada akhir pekan lalu.

Serangan tersebut lantas membuat Israel menyatakan perang, dan kekerasan yang meningkat berpotensi menimbulkan perang besar baru di Timur Tengah.

Pejabat Departemen Pertahanan AS membandingkan serangan Hamas tersebut dengan kebiadaban kelompok militan Negara Islam (ISIS).

Pejabat tersebut juga mengatakan belum ada bukti yang terlihat oleh Amerika Serikat bahwa Iran berada di balik serangan di Israel, menyusul laporan Wall Street Journal yang menuduh pejabat keamanan Iran membantu merencanakan serangan tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengatakan setidaknya 11 warga negara Amerika termasuk di antara mereka yang terbunuh di Israel dan menambahkan warga negara AS kemungkinan besar termasuk di antara para sandera Hamas.

“Saya telah mengarahkan tim saya untuk bekerja dengan rekan-rekan Israel dalam setiap aspek krisis penyanderaan, termasuk berbagi informasi intelijen,” kata Biden dalam sebuah pernyataan yang dirilis Gedung Putih, Senin (9/10/2023).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved