Selasa, 19 Mei 2026

Gempa di Afghanistan

Gempa di Afghanistan, Orang-orang Gali Reruntuhan dengan Tangan Kosong

Relawan dan pekerja penyelamat di Afghanistan mengaku mereka terpaksa menggunakan sekop dan bahkan tangan kosong untuk mencari korban dan penyintas.

Tayang:
AP/Omid Haqjoo
Pria Afghanistan mencari korban setelah gempa bumi di distrik Zenda Jan di provinsi Herat, Afghanistan barat, Minggu, 8 Oktober 2023. Gempa bumi dahsyat menewaskan sedikitnya 2.000 orang di Afghanistan barat, kata juru bicara pemerintah Taliban, Minggu. Ini adalah salah satu gempa bumi paling mematikan yang melanda negara ini dalam dua dekade. (AP Photo/Omid Haqjoo) 

TRIBUNNEWS.COM - Upaya penyelamatan korban yang tertimpa reruntuhan akibat gempa di Afghanistan masih berlangsung.

Relawan dan pekerja penyelamat di Afghanistan mengaku terpaksa menggunakan sekop dan bahkan tangan kosong untuk mencari korban dan penyintas.

Mereka terdesak situasi, jika terlambat, korban jiwa bisa semakin bertambah.

“Tidak ada peralatan modern atau tim SAR yang terlatih," kata Sabir, seorang pekerja penyelamat di provinsi Herat, Afghanistan barat kepada Al Jazeera pada hari Minggu (8/10/2023).

Dia mendesak komunitas internasional untuk mengirim tim penyelamat ke negara miskin di Asia Selatan tersebut.

Sejak Taliban berkuasa dua tahun lalu, Afghanistan tidak memiliki badan manajemen bencana yang kuat dan sumber daya lainnya.

Afghanistan diguncang gempa berkekuatan 6,3 SR, diikuti delapan gempa susulan kuat pada Sabtu (7/10/2023).

Baca juga: Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Afghanistan Kini Mencapai 2.445 Orang

Warga Afghanistan mencari korban setelah gempa bumi di distrik Zenda Jan di provinsi Herat, Afghanistan barat, Minggu, 8 Oktober 2023. Gempa bumi dahsyat menewaskan sedikitnya 2.000 orang di Afghanistan barat, kata juru bicara pemerintah Taliban, Minggu. Ini adalah salah satu gempa bumi paling mematikan yang melanda negara ini dalam dua dekade. (AP Photo/Omid Haqjoo)
Warga Afghanistan mencari korban setelah gempa bumi di distrik Zenda Jan di provinsi Herat, Afghanistan barat, Minggu, 8 Oktober 2023. Gempa bumi dahsyat menewaskan sedikitnya 2.000 orang di Afghanistan barat, kata juru bicara pemerintah Taliban, Minggu. Ini adalah salah satu gempa bumi paling mematikan yang melanda negara ini dalam dua dekade. (AP Photo/Omid Haqjoo) (AP/Omid Haqjoo)

Juru bicara Kementerian Kebencanaan Afghanistan, Mullah Janan Sayeeq mengatakan korban tewas kini meningkat menjadi 2.445 orang.

Namun ia merevisi jumlah korban luka menjadi lebih dari 2.000 orang.

Sebelumnya, dia menyebutkan 9.240 orang terluka.

“1.320 rumah mengalami kerusakan atau hancur,” kata Sayeeq dalam sebuah pernyataan, Minggu (8/10/2023).

Sabir mengatakan jumlah korban sebenarnya mungkin lebih tinggi.

“Kami masih belum mengetahui jumlah korban jiwa karena sebagian besar orang – baik hidup maupun mati – masih terkubur di bawah puing-puing,” katanya.

Saat ini, sulit untuk mengetahui berapa banyak yang masih terjebak.

Meskipun tantangan semakin berat, tim penyelamat dan relawan tetap berharap dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Baca juga: Gempa di Afghanistan, Taliban Umumkan Korban Tewas Naik jadi 2.400 Orang

Pria Afghanistan mencari korban setelah gempa bumi di distrik Zenda Jan di provinsi Herat, Afghanistan barat, Minggu, 8 Oktober 2023. Gempa bumi dahsyat menewaskan sedikitnya 2.000 orang di Afghanistan barat, kata juru bicara pemerintah Taliban, Minggu. Ini adalah salah satu gempa bumi paling mematikan yang melanda negara ini dalam dua dekade. (AP Photo/Omid Haqjoo)
Pria Afghanistan mencari korban setelah gempa bumi di distrik Zenda Jan di provinsi Herat, Afghanistan barat, Minggu, 8 Oktober 2023. Gempa bumi dahsyat menewaskan sedikitnya 2.000 orang di Afghanistan barat, kata juru bicara pemerintah Taliban, Minggu. Ini adalah salah satu gempa bumi paling mematikan yang melanda negara ini dalam dua dekade. (AP Photo/Omid Haqjoo) (AP/Omid Haqjoo)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved