Tarif kereta cepat Rp300.000, apakah bakal menjadi pilihan utama warga?
Tarif tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk kelas ekonomi premium ditetapkan sebesar Rp300.000, jauh di atas ekspektasi warga.…
Tarif tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk kelas ekonomi premium ditetapkan sebesar Rp300.000, jauh di atas ekspektasi warga. Alih-alih meningkatkan konektivitas, moda transportasi ini hanya sekedar menjadi alternatif, menurut pengamat transportasi.
Raut gembira penuh dengan antusiasme terpancar dari wajah beberapa orang yang mengantre di depan loket penukaran tiket kereta cepat.
Hari itu, Rabu (05/10) pagi, mereka dijadwalkan menjajal Whoosh, julukan untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (02/10).
Kereta tiga, tempat saya duduk, dipenuhi penumpang dengan hanya beberapa kursi yang terlihat kosong. Saat itu, warga masih bisa menumpangi Whoosh secara gratis, hanya tinggal mendaftar saja di situs PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Kereta berangkat pukul 08.45 WIB. Sejak sebelum berangkat hingga kereta sampai di Stasiun Padalarang di Kota Bandung, Jawa Barat, pada pukul 09.12 WIB, para penumpang tidak henti-hentinya merekam momen bersejarah mereka.
Tiga penumpang yang saya temui mengaku terkesan dengan kecepatan Whoosh, termasuk saya sendiri. Dalam 27 menit, kereta dari Jakarta Timur sudah sampai di bagian barat Bandung.
Bagi Galih Wekasa, kereta cepat dapat memangkas perjalanannya dari Tasikmalaya menuju Jakarta. Biasanya, jarak dua kota itu ditempuh sekitar tujuh jam, baik menggunakan kendaraan pribadi, bus, maupun kereta api.
“Kalau Kereta Serayu waktunya agak lama, kalau bus banyak macet di tolnya, kalau sudah ada ini saya akan beralih. Paling nanti dari Tegalluar saya nyimpan mobil, ke Jakarta pakai ini,” kata Galih saat ditemui BBC News Indonesia usai turun dari perjalanan kereta cepat.
Biasanya, Galih pulang-pergi Tasikmalaya-Jakarta setidaknya dua kali sebulan untuk keperluan pekerjaan. Menurut dia, ketepatan waktu dan kecepatan kereta cepat sangat bisa diandalkan.
Namun, untuk persoalan harga tiket, dia berharap bisa sama dengan harga layanan kereta yang sudah ada.
“Kalau bisa sih Rp250.000 untuk yang eksekutif. Kalau bisa yang ekonomi premium di angka Rp150.000, buat satu tahun ke depan saja kita coba ke masyarakat, kalau boleh sih request ke pemerintah karena masih baru nih,” ujarnya berharap.
Harapan yang sama juga diungkapkan Vika, yang menjajal kereta cepat bersama suami dan dua anaknya.
Dia mengaku akan menjadikan kereta cepat sebagai alternatif bolak-balik Bandung-Jakarta yang biasanya dia lakukan dua sampai tiga kali dalam sebulan, jika harganya “masih oke”.
Biasanya Vika dan keluarganya menggunakan mobil pribadi karena “tidak repot”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bbc-indonesiad2a62210-6c84-11ee-9dec-418e459989e8.jpg.jpg)